Dikutip SketsaNusantara.id dari Buku Atlas Wali Songo yang ditulis oleh Agus Sunyoto, Sunan Drajat punya kisah perjuangan hidup yang mengembangkan dakwah Islam melalui pendidikan akhlak untuk masyarakat.
Pekerjaan Sunan Drajat mungkin cukup berat sebagai pendakwah atau tokoh Wali Songo yang menyebarkan ajaran Islam di tengah masyarakat yang memiliki kepercayaan berbeda.
Raden Qasim punya kepedulian tinggi terhadap nasib rakyat kecil terutama para fakir miskin saat itu.
Selain selalu berusaha mengutamakan kesejahteraan umat, Sunan Drajat juga dikenal sebagai pribadi yang memiliki empati dan etos kerja keras.
Baca Juga: Nama Asli Sunan Gresik, Salah Satu Wali Songo dengan Panggilan Makhdum Ibrahim Al-Samarqandi
Sebagai tokoh Wali Songo, putra Sunan Ampel yang memperoleh pengajaran ilmu dari snag ayah dan gurunya Sunan Gunung Jatim, Sunan Drajat juga menerapkan sifat gotong-royong.
Selain mengajarkan tentang ilmu pengatahun agama Islam kepada masyarakat, Sunan Drajat juga mengajarkan tentang bagaimana menciptakan kemakmuran.
Salah satu usahanya sebagai seorang pendakwah atau tokoh yang menyebarkan agama Islam juga mengajarkan teknik-teknik membuat rumah hingga tandu.
Ajaran Raden Qasim tentang gotong-royong menjadi salah satu cara untuk meningkatkan solidaritas sosial di lingkungan masyarakat.
Penilik pekerjaan Sunan Drajat sebagai tokoh Wali Songo yang erat kaitannya dengan Pepali Pitu atau tujuh falsafah kehidupan, itulah dasar ajaran dakwahnya.
Selain berdakwah dengan media kesenian seperti gamelan dan tembang Pangkur, Pepali Pitu menjadi media untuk menyampaikan ajaran Islam.
Untuk mengenang wafatnya Sunan Drajat yang telah berjuang dalam mendakwahkan ajaran Islam, ada beberapa benda peninggalannya yang masih terjaga.