religi

Kenapa Awal Tahun Jawa dan Islam Sama? Sejarah Bulan Suro yang Dianggap Keramat Masyarakat Jawa dan Muharram di Kalender Hijriah

Jumat, 5 Juli 2024 | 21:00 WIB
Ilustrasi malam 1 Suro atau 1 Muharram. (Pexels.com/Burak The Weekender)

SketsaNusantara.id - Muharram merupakan bulan pertama dalam penaggalan kalender Islam.

Sedangkan Suro adalah bulan atau sasi pertama dalam penaggalan kalender masyarakat Jawa.

Ada hal yang identik dalam kalender Jawa dan Hijriah yaitu penetapan awal bulan yang bersmaan atau berdekatan.

Baca Juga: Mitos dan Legenda Malam 1 Suro, Dipercaya Akan Datangnya Sosok Penting Pelindung Masyarakat Jawa

Berdasarkan tradisi masyarakat Jawa, bulan Suro sering kali dianggap sebagai bulan keramat.

Sama-sama sebagai awal pembuka tahun baru, Suro dan Muharram ternyata memiliki hubungan yang kuat.

Masyarakat Jawa sebagian besar melaksanakan kegiatan dnativitas rutin yang menjadi tardisi di bulan Suro atau Muharram.

Baca Juga: 5 Fakta Malam 1 Suro yang Sering Dianggap Mistis, Awal Bulan Muharram Tak Boleh Keluar Rumah hingga Gelar Pesta?

Salah satu contoh tradisinya yaitu malam 1 Suro, Grebeg Suro, hingga Tahun Baru Islam 1 Muharram yang melaksanakan selamatan.

Walaupun ada selisih 1 hari dalam kalender Jawa dan Hijrah, hal ini bisa menjadikan masyarakat tetap rukun.

Bukan hanya tentang budaya, namun ada kaitannya dengan kepercayaan yang dianut, sehingga kental dengan cerita akulturasi.

Baca Juga: Penuh Doa dan Harapan, Ini 3 Tradisi Malam 1 Suro, Simak Jadwal Beserta Makna Ritualnya

Lalu, kenapa awal tahun Jawa dan Islam sama? Apakah mengambil dasar penanggalan yang sama?

Berikut ini SketsaNusantara.id sajikanrangkuman penjelasan tentang sejarah bulan Suro di kalender masyarakat Jawa dan Muharram di kalender Hijriah.

Halaman:

Tags

Terkini