Memiliki nama asli Ja’far Shadiq atau Raden Undung. Memiliki sebutan Sunan Kudus karena ia memilih Kudus sebagai tempat terlama dalam menyampaikan dakwahnya dan wafat pada 1550 dan dikebumikan di Kompleks Masjid Menara Kudus. Ia adalah putra dari Raden Usman Haji yang juga berdakwah di Jipang Panolan, Blora, Jawa Tengah.
Sunan Kudus dikenal sebagai ahli ilmu agama terutama di bidang ushul fiqih, fiqih, tauhid, logika, hadist, dan tafsir. Selain itu, ia juga pernah dipercayai sebagai Bupati dan pemimpin agama.
6. Sunan Giri
Memiliki nama asli Raden ’Ainul Yaqin seorang putra dari Syekh Maulana Ishaq yang dikenal sebagai Raden Paku. Ia lahir pada tahun 1442 dan dikenal sebagai raja dan guru suci dan berperan sangat penting dalam menyebarkan ajaran Islam. Cara dakwah yang digunakan adalah pendidikan, perniagaan, dan kekuasaan.
7. Sunan Kalijaga
Memiliki nama asli Raden Sahid yang mempunyai julukan Syekh Malaya. Ia adalah seorang anak dari adipati Tuban bernama Tumenggung Wilatikta atau Raden Sahur.
Dalam menyebarkan agama Islam, ia menggunakan kesenian wayang kulit dan tembang suluk. Karya-karya seperti Lir-Ilir dan Gundul-Gundul Pacul dipercayai oleh masyarakat sebagai ciptaan dari Sunan Kalijaga. ia wafat pada pertengahan abad XV dan dimakamkan di Kadilangu, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
8. Sunan Muria
Memiliki nama asli Raden Umar Said ia adalah seorang putra dari Sunan Kalijaga dan Dewi Saroh. Namanya diambil dari nama Gunung Muria. Diketahui ia wafat pada abad ke-16 dan dikebumikan di Bukit Muria, Kudus.
Metode dakwah yang dilakukan oleh Sunan Muria yaitu kesenian serta mengajarkan bercocok tanam, melaut, dan jual beli.
9. Sunan Gunung Jati
Memiliki nama asli Syarif Hidayatullah dan ia menjadi sosok penting dalam penyebaran agama Islam di Jawa Barat dan dikenal sebagai pendiri dari Kesultanan Cirebon dan Banten.
Ia wafat di Cirebon pada tahun 1570 dan dikebumikan di daerah pemakaman Wukir Sapta Pangga di Gunung Jati, Desa Astana Cirebon, Jawa Barat.
Semasa hidup, ia melakukan dakwah dengan cara menguatkan kedudukan politik dan menjalin hubungan dengan berbagai tokoh di Demak, Cirebon, dan Banten untuk menyebarkan dakwahnya.***