Memiliki nama asli Raden Rahmat dan lahir di kerajaan Champa Vietnam. Ia juga merupakan cucu dari Raja Champa. Beliau wafat pada tahun 1406 M dan dikebumikan di Kompleks Masjid Ampel.
Ayah dari Sunan Ampel bernama Ibrahim As-Samarkandi yang menikahi Dewi Candra Wulan merupakan seorang putri dari Raja Champa.
Raden Rahmat kembali ke tanah jawa dan langsung ke Majapahit karena Raja Brawijaya menikahi bibinya yakni Dewi Dwara Wati.
Sunan Ampel merupakan sunan pertama di Demak serta merupakan pimpinan dari Wali Songo.
Pada saat ia berhenti di Tuban ia menemui dua tokoh yang mulai masuk Islam dengan keluarganya yakni Ki Wiryo Sarojo dan Ki Bang Kuning. Selama berdakwah, Sunan Ampel melakukan pendekatan dengan mengajarkan ketauhidan dan ibadah.
3. Sunan Bonang
Ia adalah putera dari Sunan Ampel serta Dewi Candrawati dan merupakan ahli Ilmu Kalam dan Ilmu Tauhid.
Sosok yang memiliki nama asli Maulana Makhdum Ibrahim ini pernah belajar di Pasai. Setelah ia kembali, ia mendirikan sebuah pesantren di Tuban.
Selama hidup, Sunan Bonang berdakwah dengan media kesenian salah satunya menciptakan lagu Wijil atau Tombo Ati yang dimasukki unsur musik rebab dan boning yang merupakan pelengkap dari gamelan. Ia wafat pada tahun 1525 di Tuban.
4. Sunan Drajat
Sunan Drajat atau diketahui dengan nama sebagai Raden Qasim ini memiliki pendekatan dakwah Islam dengan cara melakukan kegiatan sosial. Ia menyebarkan agama Islam di Drajad kecamatan Paciran, Lamongan.
Ia adalah pelopor dari penyantunan anak yatim serta orang sakit. Sunan Drajat memiliki sifat yang dermawan, seorang pekerja keras dan selalu mengutamakan kemakmuran masyarakat di sekitar.
5. Sunan Kudus