Pernikahan ini membuat pengaruh Sunan Gunung Jadi meluas hingga ke wilayah Babadan.
Sayangnya, Nyi Babadan meninggal dunia lebih dulu tanpa memberikan keturunan kepada Sunan Gunung Jati.
2. Nyi Mas Kawunganten
Istri kedua Sunan Gunung Jati merupakan putri Ki Gedeng Kawunganten yang berasal dari Banten.
Nyi Mas Kawunganten kemudian diboyong Sunan Gunung Jati hingga akhirnya melahirkan 2 orang anak, Ratu Winaon dan Pangeran Sabakingkin,
Kelak, anak perempuan Sunan Gunung Jati akan menikah dengan Pangeran Atas-Angin dan sang putra akan menjadi Sultan Banten dengan gelar Sultan Hasanuddin.
3. Ong Tien
Istri Sunan Gunung Jati yang cukup terkenal yakni Ong Tie Nio yang diberi gelar Nyi as Rara Sumanding.
Menurut Agus Sunyoto dalam buku Atlas Walisongo, Ong Tien merupakan putri kaisar Cina dari Dinasti Ming.
Dan menurut sumber lain, keduanya bertemu saat Sunan Gunung Jati melawat ke Tiongkok.
Hanya saja banyak yang menyakini pernikahan tersebut adalah salah satu cara Sunan Gunung Jati menjaga hubungan baik sekaligus berdakwah di kalangan masyarakat Tiongkok.
Ong Tien memiliki julukan sebagai Putri Petis karena kemegarannya akan makanan berbahan dasar udan dan ikan ini.
Sayangnya, Ong Tien meninggal dunia tak lama setelah kematian putranya yang masih bayi.