Disebutkan pula, Sunan Bonanglah yang kemudian meminta Sunan Kalijaga untuk bertapa menunggui tongkat Sunan Bonang di pinggir sebuah sungai.
Sejumlah sumber sejarah menyebutkan, Sunan Bonang memiliki hubungan keluarga dengan Sunan Bonang.
Sunan Bonang memiliki Ibu yang merupakan adik dari Bupati Tuban Wilatikta, leluhur Sunan Kalijaga.
Namun dalam berbagai versi Babad Tanah Jawa, Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga tidak memiliki hubungan darah dan tidak pernah bertemu.
2. Syeh Sutrabis.
Dalam naskah Sejarah Banten, Sunan Kalijaga disebut-sebut pernah berguru kepada Syeh Sutrabis.
Syeh Sutrabis adalah seorang guru agama terkemuka di Pulau Upih pada abad ke lima belas. Pulau Upih saat itu merupakan bagian Kota Malaka yang menjadi pusat perdagangan.
Namun versi lain juga menyebutkan bahwa Sunan Kalijaga ke Pulau Upih tidak berguru, melainkan menyusul Sunan Bonang untuk berhaji ke Mekah.
Setelah dari Pulau Upih, Syeh Maula Magribi kemudian memerintahkan Sunan Kalijaga untuk membangun masjid dan menjadi penggenap wali.
Setiba di Jawa, tepatnya di Cirebon, Sunan Bonang ternyata sudah menunggunya selama seratus hari.
Belakangan tempat menunggu Sunan Bonang di Cirebon tersebut kemudian diberi nama Desa Kalijaga.
Usai membangun masjid di Desa Kalijaga, Sunan Kalijaga kemudian diajak menghadap Sunan Gunung Jati untuk dibaiat sebagai Wali Songo.