religi

Bible Camp Pemuda Imanuel Walureda dan Pos Pelayanan Tiberias Dahi Ae Sabu Raijua Resmi Ditutup

Senin, 24 Agustus 2026 | 09:00 WIB
Peserta Bible Camp saat melaksanakan bakti sosial dengan membersihkan ruas jalan. (Yongki Pawe Due/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id — Kegiatan Bible Camp Pemuda Jemaat Imanuel Walureda dan Pos Pelayanan Tiberias Dahi Ae dengan tema “Rooted in Christ, Growing Together, Impacting the World” resmi ditutup akhir pekan lalu.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (20-22 Agustus 2026) menjadi ruang bagi pemuda dan pemudi untuk memperkuat iman, membangun kebersamaan, belajar mandiri dan bertanggung jawab serta merefleksikan panggilan mereka sebagai generasi muda yang taat beragama.

Ketua Majelis Jemaat Imanuel Walureda dan Pos Pelayanan Dahi Ae, Pdt Purna Nike H. O. Ninu, S.Si-Teol berharap, nilai-nilai yang dipelajari dari Bible Camp tersebut  dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kiranya kegiatan ini dapat menjadi ruang bagi pemuda-pemudi untuk mengimplementasikan nilai-nilai yang dipelajari selama Bible Camp,” ungkapnya.

Baca Juga: Viral Pengakuan Aliansi Masyarakat Pati Mendadak Rekening Berisi Donasi Rp80,9 Juta Diblokir Jelang Demo 27 Agustus 2026, Ini Tanggapan Bank Mandiri

Dia juga turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga Bible Camp dapat terlaksana.
“Kembalilah dan bersinarlah dalam keluarga dan lingkungan,” pesannya kepada seluruh peserta.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pemuda sekaligus Ketua Panitia Bible Camp, Junter Laga Hae, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan 

“Lebih daripada itu, saya berharap setelah kegiatan ini para peserta dapat menjadi terang di mana pun mereka berada,” ujarnya.

Salah satu peserta pemudi, Meilani Susanti Djami Rane, menyampaikan, bahwa kegiatan Bible Camp memberikan pengalaman dan pembelajaran yang berharga bagi dirinya. Ia berharap kebersamaan dan semangat yang telah dibangun selama kegiatan tidak berhenti setelah Bible Camp berakhir.

Baca Juga: Hadirkan Spirit Keteladanan Mbah Wahab, Panlok Pilih Ndalem Kasepuhan Sebagai Tempat Ahwa Muktamar ke 35 NU

“Saya berharap apa yang kami dapatkan selama Bible Camp tidak hanya tinggal sebagai pengalaman, tetapi benar-benar kami terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kami ingin terus bertumbuh dalam iman, saling menguatkan sebagai pemuda-pemudi, serta menjadi terang bagi keluarga, gereja, dan lingkungan,” ungkap Meilani.

Bakti Sosial

Ada yang menarik pada pelaksanaan kegiatan tersebut. Para peserta menggelar kegiatan bakti sosial dengan melakukan pembersihan sampah plastik di sepanjang ruas jalan wilayah Dahi Ae.

Meski sedang mengikuti rangkaian kegiatan, para pemuda tetap menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan melalui aksi nyata di tengah masyarakat.

Dengan menggunakan alat-alat sederhana, para peserta menyusuri sepanjang jalan untuk mengumpulkan sampah plastik dan berbagai jenis sampah lainnya yang berserakan. Sampah yang terkumpul kemudian dibakar.

Halaman:

Tags

Terkini