Minggu, 23 Agustus 2026

Hadirkan Spirit Keteladanan Mbah Wahab, Panlok Pilih Ndalem Kasepuhan Sebagai Tempat Ahwa Muktamar ke 35 NU

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:50 WIB
Ndalem Kasepuhan KH Wahab Chasbullah (Mbah Wahab) tampak dari depan. (SketsaNusantara.id)
Ndalem Kasepuhan KH Wahab Chasbullah (Mbah Wahab) tampak dari depan. (SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id — Di antara deret bangunan rumah, sekolah, pondok pesantren, ada satu bangunan rumah dengan ciri khas berbeda yang ada di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang.

Meski terbilang bangunan kuno, rumah tersebut masih kokoh berdiri dan tampak begitu artistik dari lainnya. Ya, rumah tersebut adalah Ndhalem Kasepuhan KH Wahab Chasbullah, pahlawan nasional sekaligus salah satu pendiri Nahdlotul Ulama (NU).

Hunian nan teduh itu menjadi saksi sejarah panjang perjalanan Nahdlatul Ulama. Rumah tersebut berada tepat di titik pusat kawasan pesantren, berdampingan erat dengan Masjid Jami' Bahrul Ulum yang menjadi muara spiritualitas para santri. 

Kini, bangunan penuh nilai sejarah ini siap kembali menjadi pusat perhatian nasional sebagai arena utama sidang Ahlul Halli Wal Aqli (Ahwa) Muktamar Ke-35 NU.

Baca Juga: Matangkan Persiapan Muktamar ke-35 NU, Panitia Gelar Simulasi, Berikut Alur Penyambutan dan Pendaftaran Peserta

Panitia Lokal (Panlok) Muktamar Ke-35 NU menaruh perhatian penuh pada kesiapan lokasi sakral itu guna menyambut para kiai sepuh dari seluruh penjuru Nusantara.

Ketua Umum Yayasan Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas sekaligus Ketua Panitia Lokal Muktamar Ke-35 NU, KH Abdurrozaq menegaskan, penunjukan Ndhalem Kasepuhan bukan sekadar urusan teknis tempat.

Kiai akrab disapa Gus Rozaq itu mengatakan, pemilihan lokasi Ndalem Kasepuhan membawa misi besar untuk menghadirkan kembali spirit, keteladanan, serta api perjuangan dari sosok pendiri sekaligus penggerak utama NU, KH Wahab Chasbullah.

"Kami ingin memunculkan kembali semangat dan keteladanan Mbah Wahab," tutur Gus Rozaq, Minggu 23 Agustus 2026.

Gus Rozaq menjelaskan, KH Wahab Chasbullah merupakan figur ulama yang tak pernah mengenal kata lelah dalam berkhidmat kepada agama dan bangsa.

Baca Juga: Sambut Muktamar Ke 35 NU, Museum KH Hasyim Asy'ari Gelar Tadarus Naskah Nusantara

"Beliau adalah sosok pahlawan nasional dan penggerak utama NU yang dikenal pantang menyerah. Baginya, tiada kata uzur untuk berjuang membela agama dan bangsa," lanjut Ketua MWC NU Kecamatan Jombang itu.

Rekam jejak perjuangan Mbah Wahab yang gigih dan penuh totalitas diharapkan mampu menyuntikkan inspirasi mendalam bagi para muktamirin dalam menentukan arah kepemimpinan jam'iyah.

"Kami harapkan dengan ditempatkannya Ahwa di Ndhalem Mbah Wahab, spirit keteladanan perjuangan beliau betul-betul meresap," ungkap Gus Rozaq penuh harap.

Halaman:

Editor: As'ad Choirudin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X