Jumat, 21 Agustus 2026

Kebakaran Hutan Makin Parah, Citra Satelit NASA Tampilkan Penampakan Pulau Kalimantan Dikepung Asap Tebal, Malaysia dan Singapura Ikut Terdampak

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:06 WIB
Potret citra satelit pulau Kalimantan yang dikepung asap tebal dampak kebakaran hutan yang kian meluas (worldview.earthdata.nasa.gov)
Potret citra satelit pulau Kalimantan yang dikepung asap tebal dampak kebakaran hutan yang kian meluas (worldview.earthdata.nasa.gov)

SketsaNusantara.idKebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan masih terus mendapat sorotan publik.

Situasi ini kian mendapat perhatian luas dan dirasakan semakin mengkhawatirkan ketika kepulan asap mulai membentang luas bahkan sampai terlihat menutupi sebagian besar wilayah Pulau Kalimantan.

Gambaran mengenai luasnya sebaran asap terlihat melalui citra satelit NASA yang menunjukkan sebagian besar Pulau Kalimantan diselimuti kepulan asap putih.

Baca Juga: Kebakaran Hutan di Amerika Serikat Tak Kunjung Padam, Ustadz Khalid Basalamah Kaitkan dengan Pesan Allah dalam Surat Al Baqarah, Apa Isinya?

Berdasarkan pengamatan SketsaNusantara.id dari situs resmi NASA WorldView, citra satelit NASA memperlihatkan kepulan asap pekat tampak menyelimuti area vegetasi yang luas, menjadi gambaran besarnya dampak karhutla yang tengah berlangsung sejak tanggal 17 hingga 21 Agustus 2026.

Kondisi ini terjadi ketika titik panas terus terdeteksi di sejumlah provinsi, terutama Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan yang sekaligus mengancam kualitas udara di sekitar wilayah tersebut.

Dampak karhutla ini kian mengkhawatirkan. Banyak curhatan warganet yang mengeluhkan kualitas udara di sejumlah kota besar  yang makin memburuk dan masuk dalam kategori sangat tidak sehat.

Asap tebal karhutla ini juga mengganggu transportasi. Aktivitas penerbangan pun dibatalkan, perjalanan darat juga terganggu karena jarak pandang terbatas.

Baca Juga: Bantu Evakuasi Warga saat Kebakaran Hutan, Nelayan Asal Indonesia Bakal Dapat Hadiah dari Pemerintah Korea Selatan, Apa Itu?

Berdasarkan data yang dihimpun hingga Rabu, 19 Agustus 2026, tercatat lebih dari 33.000 hektare hutan dan lahan di Kalimantan dilahap si jago merah.

Di tengah meningkatnya titik panas, upaya penanganan dan pencegahan karhutla menjadi fokus utama pemerintah setempat.

Masyarakat juga kini berada di tengah kekhawatiran karena tidak  bisa melakukan aktivitas di luar rumah mengingat kualitas udara yang semakin buruk akibat dampak karhutla yang kian meluas.

Baca Juga: Cerita Harry Kiss Ciptakan Audio Air Purifier, Bermula dari Keluhan Vidi Aldiano yang Sering Sakit Akibat Kualitas Udara Buruk Jakarta

Kualitas udara sejumlah wilayah di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan tercatat berada dalam kategori tidak sehat.

Halaman:

Editor: Mila Zhely Nurul Hidayah

Sumber: nasa.gov

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X