SketsaNusantara.id — Kecelakaan tragis terjadi di kawasan proyek pembangunan tempat usaha di Desa Bendungrejo, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Selasa 18 Agustus 2026, sore. Seorang remaja berinisial R (12) meninggal dunia setelah terlindas alat berat di lokasi proyek.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Berdasarkan keterangan sejumlah warga dan saksi di lokasi, korban bersama beberapa temannya berada di sekitar area proyek. Korban kemudian diduga mengutak-atik alat berat yang berada di lokasi menggunakan kunci sepeda motor Honda Supra miliknya.
Tak lama kemudian, alat berat tersebut tiba-tiba menyala dan bergerak. Situasi sontak berubah menjadi kepanikan. Korban diduga berupaya menyelamatkan adiknya, A, yang berada di sekitar alat berat.
Menurut keterangan masyarakat sekitar berinisial G, korban berusaha melompat untuk menyelamatkan adiknya yang berada dalam posisi berbahaya. Namun nahas, korban justru terjatuh dan terlindas alat berat tersebut.
“Dia mencoba melompat untuk menyelamatkan adiknya yang dalam posisi berbahaya. Tapi justru terjatuh dan terlindas,” ujarnya
Setelah melindas korban, alat berat tersebut masih bergerak sekitar 25 meter sebelum akhirnya berhenti setelah terhalang gundukan tanah.
Menurut keteragan warga sekitar, sebelumnya sempat mengingatkan anak-anak tersebut agar meninggalkan lokasi proyek. Namun, imbauan itu tidak dihiraukan hingga kecelakaan terjadi.
Petugas kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan serta meminta keterangan dari sejumlah saksi. Kronologi pasti, termasuk bagaimana alat berat dapat dioperasikan dan kondisi pengamanan di lokasi, masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan pihak berwenang.
Pengamanan Proyek Jadi Sorotan
Selain menyisakan duka, insiden ini juga memunculkan pertanyaan serius mengenai keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta pengamanan area proyek.
Baca Juga: Gema Swarna Bumi, SMA Negeri 2 Nganjuk Hidupkan Harmoni Jalur Sutra Sriwijaya
Area proyek yang diduga masih dapat diakses masyarakat, termasuk anak-anak, menjadi perhatian. Keberadaan pagar pembatas, rambu peringatan, akses masuk, hingga pengawasan terhadap alat berat perlu menjadi bagian dari evaluasi untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Artikel Terkait
Ungkapkan Rasa Syukur, Warga Desa di Nganjuk Ini Rutin Gelar Nyadran
Siapkan Pendidikan Berbasis Cinta, Ribuan Guru PAl Nganjuk Ikuti Workshop
Pawai Budaya, SMA Negeri 3 Nganjuk Angkat Kejayaan dan Kemegahan Mataram Kuno Era Sri Maharaja Rakai Pikatan