religi

Kenapa Tidak Boleh Puasa pada 28 Mei 2026? Ini Penjelasan Hari Tasyrik dan Amalan Penggantinya

Rabu, 27 Mei 2026 | 11:30 WIB
Jadwal Hari Tasyrik 1447 Hijriah dan Penjelasan Larangan Puasa Sunnah Kamis setelah Iduladha (Pexels.com/Murad Khan)

Selain dzikir, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tahlil. Tradisi takbiran pada Hari Tasyrik bahkan telah dicontohkan para sahabat Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: 10 Pantun Bermakna Tema Idul Adha 1447 Hijriah, Isi Kalimat Mutiara Mengandung Arti untuk Ucapan Medsos

Dalam riwayat yang dikutip Ibnu Hajar Al-Asqalani disebutkan adanya anjuran memperbanyak kalimat tauhid dan pujian kepada Allah selama Hari Tasyrik.

“Perbanyaklah tahlil, tahmid, dan takbir pada Hari Tasyrik,” demikian isi riwayat yang dinukil dalam penjelasan para ulama.

Hari Tasyrik juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan keluarga melalui makan bersama hidangan kurban. Karena itu, Islam tidak menganjurkan umatnya berpuasa pada hari tersebut agar dapat menikmati nikmat yang diberikan Allah SWT.

Selain itu, Hari Tasyrik menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk terus menjaga semangat ibadah setelah Idul Adha. Tidak hanya melalui penyembelihan kurban, tetapi juga dengan memperbanyak dzikir, doa, sedekah, serta menjaga silaturahmi.

Bagi masyarakat yang terbiasa menjalankan puasa Senin dan Kamis, puasa sunnah dapat kembali dilanjutkan setelah rangkaian Hari Tasyrik selesai. Dengan demikian, ibadah tetap berjalan sesuai tuntunan syariat tanpa melanggar larangan yang telah ditetapkan dalam Islam.

Momentum Hari Tasyrik juga menjadi pengingat bahwa ibadah dalam Islam tidak hanya diwujudkan melalui puasa, tetapi juga lewat rasa syukur, berbagi rezeki, dan memperbanyak mengingat Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!

Halaman:

Tags

Terkini