Dianjurkan makan sahur sebelum puasa dan menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa (termasuk makan dan minum) sejak terbit fajar hingga matahari terbenam, lalu berbuka saat waktu Maghrib tiba.
Menurut Buya Yahya, umat Islam tidak perlu bingung menentukan waktu puasa Arafah karena pelaksanaannya mengikuti ketetapan wilayah masing-masing melalui rukyatul hilal lokal, bukan harus mengikuti waktu wukuf di Mekkah.
"Para ulama hampir sepakat mengatakan puasa Tarwiyah dianjurkan sebagai persiapan untuk puasa Arafah menjelang penyembelihan hewan kurban di Hari Raya Idul Adha, jadi nggak usah bingung (soal waktu pelaksanaan) yang penting tata caranya sudah benar," ujar Buya Yahya, dikutip SketsaNusantara.id dari video dakwah yang diunggah di kanal YouTube Al Bahjah TV.
Buya juga menganjurkan umat Islam memperbanyak doa pada Hari Arafah. Sebab, hari tersebut dikenal sebagai salah satu waktu terbaik untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT.
"Selama berpuasa, dianjurkan banyak berdoa di hari Arafah karena sebaik-baik berdoa adalah doa di hari Arafah. Doa apa saja yang kita inginkan, kemudian di sepanjang sepanjang di 10 Zulhijah ini memperbanyak attahlil tasbih & tahmid," tuturnya.
Selain itu, umat muslim juga dianjurkan memperbanyak zikir seperti tahlil, tasbih, tahmid, dan takbir selama sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
"Mungkin kalau digabungkan dalam doa bisa dibaca (tasbih dan tahmid) 'subhanallah walhamdulillah walailahaillallah wallahu akbar', sebagai ungkapan rasa syukur yang menggerakkan hati kita untuk selalu ingat bersedekah dan menyambung silaturahmi," sambungnya.
Baca Juga: Pesan Mutiara Perayaan Hari Raya Idul Adha 2026, Penuh Doa Cocok Bagikan di Halaman Utama Instagram
Meskipun dianjurkan menjalankan kedua puasa sunnah tersebut, namun seseorang tetap diperbolehkan hanya melaksanakan puasa Arafah saja apabila tidak mampu menjalankan puasa Tarwiyah. Yang terpenting adalah menjaga keikhlasan dan menjalankan ibadah sesuai kemampuan masing-masing.
Dengan keutamaan besar yang dijanjikan, puasa Tarwiyah dan Arafah menjadi kesempatan berharga bagi umat Islam untuk memperbanyak pahala, memohon ampunan, sekaligus mempersiapkan diri menyambut Hari Raya Idul Adha dengan hati yang lebih bersih dan penuh rasa syukur.
"Oleh karena itu, hari-hari baik yang datang seperti ini dimanfaatkan untuk melakukan kebaikan. Biar nanti setelah keluar dari bulan Zulhijah pahalanya bisa terus mengalir," ujar Buya Yahya.
"Ayok kita lakukan terus semua amalan kebaikan selama masih bisa bertemu dengan hari baik seperti ini, maka akan Allah mudahkan dan didatangkan kebaikan-kebaikan yang lainnya," pesannya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini