SketsaNusantara.id - Usai merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkan ibadah dengan melaksanakan puasa sunah Syawal.
Puasa sunah tersebut dilaksanakan selama 6 hari pada bulan Syawal.
Dikutip dari laman resmi Badan Zakat Nasional, puasa syawal memiliki keutamaan yang luar biasa.
Salah satunya yakni menjadi bentuk cinta seorang hamba kepada Allah SWT.
Dalam hadist riwayat Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda mengenai keistimewaan puasa Syawal.
Nabi berkata, umat Islam yang melaksanakan puasa Syawal selama 6 hari, ia sama saja dengan berpuasa selama setahun penuh.
“Barang siapa yang berpiasa Ramadhan, kemudian mengikutinya dengan enam hari dari bulan Syawal, maka seakan-akan ia berpuasa selama setahun penuh,” begitu sabda Nabi dalam hadist riwayat Muslim.
Baca Juga: Keutamaan Puasa Syawal 6 Hari Setelah Ramadhan, Bolehkah Dilakukan Tidak Berurutan?
Namun, bagi umat Islam yang memiliki utang puasa Ramadhan dan belum membayarnya, apakah boleh ikut melaksanakan puasa Syawal?
Menjawab pertanyaan tersebut, ulama sekaligus pengasuh pondok pesantren Al Bahjah, Buya Yahya memberikan penjelasan singkat dalam video ceramah yang diunggah tanggal 16 Juni 2018 lalu.
Dalam cuplikan ceramah tersebut, Buya menjelaskanbahwa sebaiknya umat Islam mengutamakan untuk membayar utang puasa Ramadhan terlebih dahulu.
Baca Juga: 5 Ucapan Penuh Syukur Atas Hadirnya Malam Lailatul Qadar 2026, Renungan di 10 Akhir Puasa Ramadhan