religi

Silaturahmi atau Silaturahim? Menakar Makna dan Tradisi Idul Fitri 2026 Menurut Buya Yahya

Jumat, 20 Maret 2026 | 21:30 WIB
Ilustrasi Silaturrahmi idul Fitri 2026 (darussunnah.sch.id)

 

SketsaNusantara.id - Momen Idul Fitri merupakan momen yang selalu ditunggu-tunggu umat muslim, momen ini pula yang kerap digunakan masyarakat untuk mudik lebaran untuk bersilaturahmi dengan orang tua dan seluruh anggota keluarga.

Namun, ada satu diskusi klasik yang selalu muncul kembali di permukaan, mana yang benar, menuliskan ucapan silaturahmi atau silaturahim? Hal ini kemudian dijawab oleh salah satu ulama kita yakni Buya Yahya.

"Sama saja," jelas Buya Yahya terkait silaturahmi atau silaturahim dikutip dari kanal YouTube albahjah-tv.

Baca Juga: Mengharukan, Jemaah Meninggal saat Tarawih di Masjid Depok, Ini Tanda Husnul Khatimah Lainnya yang Jadi Jaminan Muslim Masuk Surga Ketika Wafat

"Itu sama, tidak ada yang beda cuma bingungnya orang Indonesia mau menerjemahkan dari kalimat arab," imbuhnya.

Buya Yahya dalam berbagai kajiannya sering menekankan agar umat Islam tidak terjebak pada fanatisme bahasa yang kaku sehingga melupakan esensi ibadah.

"Silaturrahmun, kalimat silaturrahim berasal dari kata silaturrahmun jadi itu bebas tak usah dipermasalahkan," tegasnya lagi.

Baca Juga: Keutamaan Puasa Syawal 6 Hari Setelah Ramadhan, Bolehkah Dilakukan Tidak Berurutan?

Menurut Buya Yahya, secara bahasa, silaturrahmi berasal dari kata silaturrahmun yang berasal dari kata Ar-Rahim, yang berarti rahim wanita atau ikatan persaudaraan sekandung. 

Secara syariat, Silaturahim adalah menyambung hubungan kasih sayang dengan kerabat yang memiliki hubungan darah (nasab). Inilah istilah yang paling presisi dalam kaidah bahasa Arab.

Di Indonesia, kata ini sudah diserap ke dalam bahasa nasional. Meskipun ada pendapat yang menyebut kata Rahmi tidak memiliki makna "kasih sayang" dalam bahasa Arab.

Baca Juga: Niat Zakat Fitrah Lengkap untuk Diri Sendiri dan Keluarga Dalam Bahasa Arab, Indonesia hingga Terjemahannya

Buya Yahya mengingatkan bahwa dalam konteks Indonesia, istilah ini sudah dipahami secara luas sebagai niat baik untuk menyambung persaudaraan dengan siapa saja, baik keluarga, teman, maupun tetangga.

Halaman:

Tags

Terkini