Sebab itu, Buya Yahya sering berpesan, bahwa jangan sampai karena meributkan satu huruf, kita justru memutus hubungan dengan saudara.
"Pakai bahasa halal bihalal juga sah," ungkapnya.
Buya Yahya mengingatkan kita jangan sampai meributkan bahasa sebab menurutnya, jika niatnya adalah menyambung kasih sayang, Allah Maha Mengetahui maksud hati hamba-Nya.
Untuk itu Buya Yahya mengingatkan kita sebagai orang Indonesia boleh menggunakan bahasa apapun sebagai istilah menyambung tali silaturrahmi pada momen Idul Fitri.
Pada hakikatnya, silaturahmi, silaturahim atau halal bihalal memiliki 3 point makan yakni, menyambung yang putus, menghilangkan penyakit hati dan keberkahan rezeki dan umur.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Bukan Wali Songo, Ini Kisah Sunan Bayat dan Legenda Karomahnya yang Mengutuk Perampok Menjadi Domba
Pantun Nuzulul Quran 1447 Hijriah Penuh Makna dan Harapan, Cocok untuk Pembukaan Acara
5 Ucapan Penuh Syukur Atas Hadirnya Malam Lailatul Qadar 2026, Renungan di 10 Akhir Puasa Ramadhan
10 Kata-Kata Mutiara Malam Lailatul Qadar 2026 dengan Makna Mendalam, Cocok Bagikan Jelang Akhir Ramadhan
Apa itu Muhasabah? Ini Arti Istilah yang Digunakan Gilang Dirga Pasca Berpulangnya Vidi Aldiano, Jadi Momen Introspeksi Diri Ingatkan pada Kematian