Menanggapi hal tersebut, Buya Yahya mengingatkan bahwa konflik yang terjadi saat ini bukan lagi melihat pada persoalan perbedaan keyakinan. Ia menekankan pentingnya melihat persoalan ini dari sisi kemanusiaan, untuk bersama-sama membela Palestina.
"Perbedaan urusan keyakinan ini berbeda. Hari ini kita sudah tidak lagi berbicara itu, sudah terlambat. Harusnya bersama-sama kita meyakini bahwa Israel adalah musuh kita bersama dan Israel juga telah menodai kemanusiaan, bukan sekadar urusan agama," ujarnya dikutip SketsaNusantara.id dari akun Instagram @albahjahtv.official.
Pendakwah kelahiran Blitar, Jawa Timur itu menegaskan bahwa siapapun yang membela Palestina, patut didukung, terlepas dari latar belakang keyakinannya.
"Siapapun yang membela Palestina, kita harus dukung bersama. Di luar Islam pun banyak dukungan untuk orang Palestina,” lanjutnya.
"Dasar kejahatan Israel adalah menodai kemanusiaan makanya banyak orang berbondong-bondong membela Iran karena Palestina. Bukan orang islam saja, karena mereka orang punya nurani itu berkata dengan dasar keimanan," tuturnya.
Menurutnya, konflik yang terjadi saat ini harus dilihat sebagai persoalan kemanusiaan global. Ia juga menekankan bahwa banyak pihak dari berbagai negara dan latar belakang turut bersuara karena dorongan nurani.
"Baik itu nanti datang pasukan dari Inggris, atau Cina, dari mana pun yang berbeda keyakinan dengan kita, maka kita harus dukung. Selagi untuk menghancurkan kedzaliman kepada kemanusiaan, mereka adalah pejuang dunia," tegasnya.
"Jadi jangan sampai gara-gara berbeda keyakinan lalu menjadi kita tidak tahu bahwa ada musuh bersama yang membahayakan dunia," pesan Buya Yahya.
Pandangan ini menjadi pengingat bahwa di tengah kompleksitas konflik dan perbedaan keyakinan, nilai kemanusiaan seharusnya menjadi titik temu untuk saling mendukung kemerdekaan Palestina.
Perdebatan Sunni dan Syiah, menurut Buya Yahya, tidak seharusnya mengaburkan fokus utama, yakni membela korban ketidakadilan dan menjaga nilai-nilai kemanusiaan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini