SketsaNusantara.id - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas seiring konflik antara Iran dengan Israel yang juga melibatkan Amerika Serikat (AS). Situasi ini memicu perdebatan di Indonesia, terutama terkait perbedaan Sunni dan Syiah.
Perseteruan antara Iran dan Israel sendiri bukan konflik sederhana. Hal ini berakar dari sejarah panjang, perbedaan ideologi, serta kepentingan geopolitik yang kompleks.
Konflik ini juga terkait pada dukungan Iran terhadap serangan Israel ke Palestina dan Lebanon, sehingga memperluas dampaknya hingga ke tingkat global.
Di tengah situasi tersebut, muncul kembali perdebatan mengenai perbedaan antara Sunni dan Syiah. Perbedaan ini sejatinya berakar dari sejarah kepemimpinan setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.
Kelompok Sunni atau Ahlusunnah wal Jamaah meyakini bahwa pemimpin umat Islam dipilih melalui musyawarah, sebagaimana terpilihnya Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Sementara itu, Syiah meyakini bahwa kepemimpinan seharusnya berada di tangan keluarga Nabi, dimulai dari Ali bin Abi Thalib.
Seiring waktu, perbedaan tersebut berkembang menjadi perbedaan keyakinan ini juga kerap dimanfaatkan dalam persaingan geopolitik, seperti yang terlihat antara Iran dan negara-negara Sunni di Timur Tengah.
Iran dikenal sebagai negara mayoritas Syiah, sementara negara-negara seperti Arab Saudi, Mesir hingga Yordania merupakan negara-negara mayoritas Sunni dengan pandangan yang menganut Ahlusunnah wal Jama'ah.
Persaingan ini bukan konflik agama murni, melainkan persaingan kekuasaan. Iran dan Arab Saudi kerap mendukung pihak yang berlawanan dalam perang saudara (contoh: Yaman dan Suriah).
Namun, dalam konteks konflik Iran-Israel, muncul perspektif berbeda. Iran justru dikenal sebagai salah satu pihak yang secara konsisten menyuarakan dukungan terhadap Palestina, meskipun mayoritas rakyat Palestina adalah Sunni.
Hal ini kemudian memunculkan perdebatan di kalangan umat Islam, apakah perbedaan keyakinan harus menjadi penghalang dalam mendukung perjuangan Palestina? Bagaimana sikap kita di tengah ketegangan Timur Tengah pasca Israel-AS menyerang Iran?
Artikel Terkait
Strategi Cerdas Iran Kelabuhi IDF, Israel Diduga Rugi 4 Juta Dolar Gegara Salah Tembakkan Rudal ke Helikopter yang Ternyata Cuma Lukisan di Atas Aspal
Imbas Konflik AS-Israel dan Iran, Umi Pipik Cancel Keberangkatan Umrah Demi Keselamatan Jemaah
Buntut Perang Iran Vs Israel-AS, Hiswana Migas Besuki Imbau Warga Tak Panic Buying: Stok BBM Aman
Konflik Iran-Israel Picu Panic Buying di SPBU Jember, Bupati Jember Gus Fawait: Stok Energi Jember Aman
Imbas Perang Iran Vs Israel dan AS, Pakar Kebijakan Publik Unej Sebut Stok BBM Aman Tapi Harga Bisa Melonjak