SketsaNusantara.id - Bulan Ramadhan segera tiba, waktu bagi umat Islam untuk melaksanakan kewajiban berpuasa menahan kapar dan nafsu selama sebulan penuh.
Sebelum melaksanakan puasa, muslim dan muslimah diharuskan untuk membaca niat karena menjadi syarat sah untuk berpuasa.
Namun, muncul sebuah pertanyaan apakah membaca niat ibadah puasa harus dilakukan setiap hari di malam hari atau membaca satu kali untuk sebulan?
Baca Juga: Dikepung Bencana dalam Sehari, BPBD Jember Terjunkan Personel ke Berbagai Wilayah
Umumnya, niat membaca puasa ini dilakukan setiap usai tarawih maupun saat setelah santap sahur.
Merujuk website banten.nu.or.id, ibadah puasa niat harus dilakukan setiap malam, hal tersebut juga ditegaskan menurut madzhab Syafi'i.
Menurut Mazhab Hanbali, ketentuan waktu niat puasa fardu dilakukan setiap malam antara waktu maghrib sampai sebelum terbitnya fajar.
Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Panti dan Rambipuji, Satu Warga Dilaporkan Hilang Terseret Arus
Sementara itu secara umum pendapat mazhab Hanbli ini mirip seperti mazhab Syafi’i.
Dalam versi Mazhab Hanafi, niat harus dilakukan setiap hari, antara masuknya waktu maghrib sampai sebelum separuh siang (nisf al-nahar). Dimaksud dengan siang menurut aturan fikih adalah sejak munculnya sinar dari ufuk timur ketika terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari.
Selanjutnya, menurut Mazhab Maliki ketentuan niat puasa sedikit berbeda dengan ketiga mazhab di atas.
Niat untuk jenis puasa yang wajib dilakukan secara berturut-turut seperti puasa Ramadhan, puasa kafarat (2 bulan berturut-turut), dan lainnya, maka cukup berniat sekali saja di awal puasa.
Oleh karena itu, orang yang berpuasa fardu di bulan Ramadhan, dia cukup berniat sekali saja di awal malam pertama mau berpuasa.