SketsaNusantara.id - Waktu sahur sering dipahami sebatas persiapan puasa. Banyak orang mengaitkannya hanya dengan makan. Padahal, sahur menyimpan keutamaan lain yang jarang diperhatikan.
Dalam tradisi Islam, sahur bukan sekadar rutinitas fisik. Waktu ini berada sebelum subuh. Tepatnya pada sepertiga malam terakhir.
Kata sahur berasal dari bahasa Arab. Akar katanya menunjukkan makna tersembunyi. Makna ini sejalan dengan aktivitas yang dilakukan secara sunyi.
Sahur biasanya dilakukan di dalam rumah. Aktivitasnya beragam, mulai dari makan hingga ibadah malam. Seluruhnya dilakukan sebelum fajar terbit.
Selain itu, ada 2 jenis keajaiban sahur yang jarang diketahui banyak orang. Dilansir SketsaNusantara.id dari Muhammadiyah.or.id, berikut ini 2 keajaiban sahur.
1. Waktu yang Tepat untuk Memohon Ampun ke Allah SWT
Salah satu keajaiban sahur adalah sebagai waktu terbaik memohon ampun. Al-Qur’an menyebut orang-orang yang beristighfar pada waktu sahur. Hal ini ditegaskan dalam Surah Ali Imran ayat 17.
“الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِاْلأَسْحَارِ”
Ayat tersebut menyebut istighfar di waktu sahur sebagai ciri orang bertakwa. Penyebutan khusus ini menunjukkan keutamaan waktu tersebut. Sahur menjadi momentum taubat yang penting.
2. Waktu Terkabulnya Doa
Keajaiban kedua adalah sebagai waktu terkabulnya doa. Dalam hadis Nabi Muhammad SAW dijelaskan tentang turunnya Allah ke langit dunia. Peristiwa ini terjadi pada sepertiga malam terakhir.
“Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri.” (HR Bukhari dan Muslim)