Penjelasan tersebut menempatkan puasa sebagai ibadah yang dijalani dengan kesadaran historis. Cara pandang orang terdahulu menjadi bagian dari proses pembentukan niat.
Gus Baha juga menegaskan bahwa warisan keilmuan para ulama menjadi fondasi dalam memahami ibadah. Ijazah dan sanad ilmu berperan menjaga kesinambungan pemahaman agama.
Melalui nasihat tersebut, umat diingatkan agar tidak memisahkan ibadah dari tradisi keilmuan. Puasa dipahami sebagai praktik yang diwariskan secara turun-temurun.
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!