SketsaNusantara.id - Menyambut Ramadhan tidak berhenti pada ucapan atau unggahan media sosial.
Banyak orang menganggap cukup dengan menyampaikan selamat, tanpa benar-benar menyiapkan diri.
Padahal, Ramadhan datang membawa tuntutan yang lebih dalam dari sekadar simbol.
Dalam ceramahnya yang diunggah di kanal Youtube Buya Yahya pada 4 April 2021, dijelaskan bahwa kesiapan menyambut Ramadhan berangkat dari dalam diri. Bukan hanya fisik, tetapi juga batin dan pemahaman. Ramadhan perlu dimuliakan dengan cara yang nyata, bukan sebatas di lisan.
Menurut Buya Yahya, cara menyambut Ramadhan bisa dianalogikan seperti menerima tamu.
Ucapan selamat datang tidak berarti apa-apa jika hak tamu tidak dipenuhi. Prinsip inilah yang menjadi dasar dalam memahami tips menyambut Ramadhan.
1. Menumbuhkan Kerinduan Batin kepada Ramadhan
Langkah pertama yang ditekankan adalah mengolah batin. Seseorang perlu menengok ke dalam diri, sejauh mana rasa rindu terhadap Ramadhan sudah tumbuh. Kerinduan ini tidak muncul otomatis tanpa kesadaran.
Buya Yahya menyebut pentingnya menggali batin dan memahami makna Ramadhan secara mendalam. Pemahaman tentang keagungan dan kemuliaan Ramadhan perlu dihadirkan lebih dulu, sebelum masuk ke ranah perasaan.
“Jadi, langkah pertama dan utama adalah menumbuhsuburkan kerinduan di hati Anda, untuk bisa menghidupkan Ramadhan dengan ibadah,” ujarnya
2. Mengolah Pemahaman tentang Makna Ramadhan
Selain batin, pemahaman juga harus disiapkan. Ramadhan bukan hanya rutinitas tahunan. Ada nilai, tujuan, dan keistimewaan yang perlu dicermati sebelum bulan itu tiba.