religi

Konsolidasi Organisasi dan Perkuat Pemahaman Aswaja, Pengurus NU di Jombang Gelar Lailatul Ijtima'

Rabu, 14 Januari 2026 | 08:25 WIB
Pengurus MWC Nu Diwek Jombang saat memimpin majelis lailatul ijtima'. (SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id – Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Diwek, Jombang kembali menyelenggarakan kegiatan rutin Lailatul Ijtima’, Selasa 13 Januari 2026, malam. Acara digelar di Masjid Al-Marghibani Desa Bulurejo. Kegiatan dihadiri ratusan jamaah.

Di antara tokoh yang hadir adalah Ketua MWCNU Diwek KH. Hamdi Soleh, Ketua Ranting NU Bulurejo KH. Abdul Rohman, Kepala Desa Bulurejo Ainur Rofiq serta perwakilan lembaga dan banom seperti Muslimat, Fatayat, GP Ansor, IPNU dan IPPNU.

Rangkaian acara dimulai selepas shalat Isya berjamaah. Kegiatan dibuka dengan pembacaan tahlil dan istighotsah. Kemudian dilanjutkan dengan shalawat Nabi Muhammad Saw.

Baca Juga: Dibaca 3 Kali, Istighfar ini Disebut Menghapus Dosa Sebanyak Buih di Laut, Simak Lafaz dan Terjemahannya

Ketua Ranting NU Bulurejo, KH. Abdul Rohman, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus Ranting NU Bulurejo. "Terutama masyarakat Bulurejo yang telah membantu menyediakan tempat serta mendukung penuh terselenggaranya kegiatan Lailatul Ijtima’ sehingga dapat berjalan dengan lancar," ujarnya.

Dia juga mengapresiasi seluruh pengurus ranting NU se-Kecamatan Diwek atas kebersamaan dan partisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. "Semoga membawa berkah bagi kita semua," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua MWCNU Diwek, KH. Hamdi Soleh, mengajak warga NU untuk terus memaknai dan merawat tradisi NU yang diwariskan para masayikh. “Kita lahir dan dibesarkan di NU, maka tradisi ini harus kita rawat dan jaga bersama,” tegasnya.

Baca Juga: Isra Mi’raj Diperingati Setiap 27 Rajab, Muhammadiyah Ingatkan Tidak Ada Ritual Khusus yang Disyariatkan

Dirinya menjelaskan bahwa Lailatul Ijtima’ merupakan warisan ulama sejak era KH. Hasyim Asy’ari. "Dan terus dilestarikan hingga sekarang sebagai sarana konsolidasi organisasi, penguatan sanad keilmuan dan pemersatu warga Nahdliyin," tambahnya.

Pelaksanaan Lailatul Ijtima’ di bulan Rajab, lanjutnya, memiliki keistimewaan tersendiri dibanding bulan-bulan lainnya. "Sehingga momentum ini patut disyukuri dan dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas spiritual dan kebersamaan kita," imbuhnya.

Saat menyampaikan mauidzah hasanah, Wakil Ketua PCNU Jombang KH. Nurul Fuad mengutip isi kitab At-Tibyān karya KH Hasyim Asy'ari. "Beliau menekankan pentingnya membiasakan dan menjaga amal-amal kebaikan," jelasnya.

Baca Juga: Bacalah 100 Kali Setelah Subuhan! Wirid Pendek ini Disebut Mbah Maimoen Zubair Bisa Meluaskan Rezeki dan Menjauhkan dari Utang

Dirinya mengingatkan bahwa tradisi keagamaan seperti Lailatul Ijtima’ menjadi sarana penting untuk menumbuhkan semangat berbuat baik. "Terutama dalam memperkuat akhlak serta menjaga keberkahan dalam kehidupan bermasyarakat," imbuhnya.

Dia juga mengapresiasi Lailatul ljtima yang rutin digelar MWCNU Diwek. "Semoga makin memperkuat ajaran Ahlussunnah wal Jamaah di Diwek," pungkasnya.

Halaman:

Tags

Terkini