“Pastikan kalau seandainya harus Anda marah, pertama Anda tidak akan melakukan sesuatu yang negatif karena marah Anda. Kemudian pastikan Anda akan memaafkan dia,” lanjutnya.
Kadang, dalam situasi emosi, seseorang bisa melontarkan kata-kata kasar, melakukan tindakan yang menyakiti, bahkan meninggalkan rumah.
Padahal, jika bisa mengendalikan diri dan memilih untuk memaafkan, masalah yang kecil tidak akan berubah menjadi besar.
Buya Yahya juga mengajak para suami dan istri untuk menyadari bahwa setiap orang memiliki kekurangan, termasuk pasangan sendiri.
Dengan menyadari hal ini, maka saat kemarahan muncul, kita bisa lebih mudah menahan diri dan mengingat kembali tujuan dari pernikahan, yakni saling melengkapi dan menguatkan.
Selain itu, memaafkan juga menjadi kunci untuk memperbaiki hubungan yang sempat renggang karena pertengkaran.
Dalam Islam, memaafkan adalah perbuatan mulia yang mendatangkan keberkahan, baik bagi yang memaafkan maupun yang dimaafkan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!