religi

Bahaya Tersembunyi di Balik Sebuah Gelar, Ulama Ini Menangis Usai Ditegur Bocah Kecil

Selasa, 24 Juni 2025 | 06:00 WIB
Ilustrasi, kisah kebijaksanaan dari Dr. Fahruddin Faiz tentang gelar. (Pexels/Leeloo The First)

SketsaNusantara.id - Di dunia yang semakin dipenuhi sorotan dan label-label sosial, tak jarang gelar menjadi simbol kebanggaan, bahkan bagi para tokoh agama.

Namun, kisah sederhana antara seorang ulama besar dan seorang anak kecil ini membalikkan persepsi itu.

Bagaimana mungkin seorang anak kecil bisa memberikan pelajaran moral yang begitu tajam, hingga membuat Imam Abu Hanifah menangis?

Baca Juga: Jangan Berdebat dengan Orang Bodoh! Fahruddin Faiz Mengingatkan Lewat Nasihat Imam Syafi'i, Cocok untuk Survive di Medsos

Imam Abu Hanifah dikenal sebagai salah satu ulama besar dalam sejarah Islam, dihormati karena keilmuan dan kebijaksanaannya.

Tapi hari itu, pelajaran datang dari arah yang tak terduga, dari lidah jernih seorang anak kecil yang bahkan belum paham makna gelar dalam arti duniawi.

Kisah ini dituturkan oleh Dr. Fahruddin Faiz dalam video di kanal YouTube Ngaji Filsafat, yang diunggah pada 18 Juni 2025.

Baca Juga: Suka Nyalahin Orang? Inilah 7 Ciri Manusia dengan Mindset Negatif Menurut Fahruddin Faiz, Salah Satunya Sering Membesar-besarkan Masalah

Dalam potongan kisah yang dikutip, Imam Abu Hanifah suatu hari melihat seorang anak kecil berjalan memakai sepatu kayu

Ia menasihati: “Hati-hati Nak, dengan sepatu kayumu itu. Jangan sampai kamu tergelincir.”

Anak kecil itu pun tersenyum, berterima kasih, lalu bertanya nama sang Imam.

Baca Juga: Ingin Hidup Tenang tapi Dunia Terlalu Bising? 4 Kunci dari Fahruddin Faiz ini Bisa Jadi Jalan Sunyi yang Selama Ini Kamu Cari

Setelah tahu bahwa beliau adalah Nu’man, nama asli Imam Abu Hanifah, si anak merasa heran dan berkata, “Jadi, Bapak ini yang terkenal dengan gelar Al-Imam Al-A’dhom itu?”

Dengan rendah hati, Imam menjawab bahwa gelar itu bukan pemberian dirinya, melainkan masyarakat yang berprasangka baik.

Halaman:

Tags

Terkini