Kamis, 4 Juni 2026

Suka Nyalahin Orang? Inilah 7 Ciri Manusia dengan Mindset Negatif Menurut Fahruddin Faiz, Salah Satunya Sering Membesar-besarkan Masalah

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 13 April 2025 | 06:00 WIB
Ilustrasi, ciri orang dengan mindset negatif menurut Fahruddin Faiz. (Pexels/RDNE Stock project)
Ilustrasi, ciri orang dengan mindset negatif menurut Fahruddin Faiz. (Pexels/RDNE Stock project)

SketsaNusantara.id - Ada kalanya kita merasa hidup ini tidak adil. Sering kali pula kita mendapati orang-orang di sekitar yang tampaknya selalu saja punya masalah yang menurut mereka berasal dari orang lain.

Di dunia yang serba cepat ini, manusia dituntut untuk tangguh secara mental. Namun, tanpa disadari, ada pola pikir yang bisa menyeret seseorang semakin jauh dari ketenangan hidup. Pola pikir itu disebut mindset negatif.

Fahruddin Faiz menyebutkan bahwa ada 7 ciri umum dari orang yang memiliki mindset negatif.

Baca Juga: Ingin Hidup Tenang tapi Dunia Terlalu Bising? 4 Kunci dari Fahruddin Faiz ini Bisa Jadi Jalan Sunyi yang Selama Ini Kamu Cari

Menurutnya, ciri-ciri ini bisa dikenali dari cara seseorang berpikir, merasa, dan merespons berbagai situasi dalam hidup.

Berikut 7 ciri yang perlu dikenali, sebagaimana dilansir SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube MJS Channel.

1. Pesimisme

Orang dengan pola pikir negatif cenderung memandang masa depan secara suram. Mereka sulit melihat kemungkinan positif dari sebuah situasi. Bahkan dalam kondisi yang sebenarnya netral, pesimis akan cenderung menebak hasil terburuk.

Baca Juga: Rahasia 3 Kebahagiaan dalam Islam: Buya Hamka dan Pemikirannya Menurut Fahruddin Faiz

2. Ragu pada Diri Sendiri

Kurangnya kepercayaan pada kemampuan diri membuat seseorang mudah menyerah sebelum mencoba. Rasa ragu ini bisa muncul karena pengalaman buruk di masa lalu, atau karena terlalu sering menerima kritik tanpa dukungan.

3. Catastrophizing

Ini adalah kecenderungan membesar-besarkan masalah kecil hingga terasa seperti bencana besar. Misalnya, terlambat sedikit dalam pekerjaan bisa dianggap sebagai tanda akan dipecat, padahal kenyataannya tidak demikian. Pola pikir ini menambah tekanan emosional dan membuat seseorang sulit berpikir jernih.

Baca Juga: Kajian Fahruddin Faiz: Kebenaranmu Terbentuk karena Mencari-cari Kesalahan Orang Lain

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Youtube MJS Channel

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X