religi

Mengapa Orang yang Kurban Idul Adha Dilarang Potong Kuku dan Rambut? Ustadz Adi Hidayat Sebut Faedah dan Keistimewaan

Sabtu, 24 Mei 2025 | 22:00 WIB
Ilustrasi orang yang berkurban atau shohibul qurban saat Idul Adha. (Pixabay.com/Somesh Roy)

SketsaNusantara.id - Hari Raya Idul Adha menjadi peringatan penting bagi umat Islam.

Setiap Idul Adha bagi umat Islam yang berkemampuan dianjurkan untuk melakukan kurban.

Biasanya di Indonesia hewan kurban yang biasa disembelih adalah kambing atau sapi.

Baca Juga: Seolah Langit Ikut Menangis, Quraish Shihab Sebut Hujan Saat Pemakaman Ibrahim Sjarief Assegaf sebagai Tanda Rahmat Tuhan, Ini Maknanya Menurut Islam

Bagi orang yang berkurban dikenal dengan sbeutan Mudhohi atau Shohibul Qurban.

Setiap yang bernyawa di hari Idul Adha disunnahkan untuk berkurban untuk meneladani pengorbanan Nbai Ibrahim as dan Nabi Ismail as.

Sejumlah ulama tanah air, termasuk Ustadz Adi Hidayat memberikan pemahaman dan kajian ilmu tentang Idul Adha.

Baca Juga: Jangan Asal Masuk Rumah! Baca Mantra Syari Ini Kalau Gak Mau Hidup Miskin, Amalan Penarik Rezeki Berlimpah

Salah satunya tentang seseorang yang menjadi shohibul qurban, mengenai sunnah-sunnah dan larangan yang disebutkan.

Terdapat beberapa larangan bagi seseorang yang hendak berkurban di momen Hari Raya Idul Adha, termasuk dilarang untuk memotong kuku dan rambut.

Imbauan ini mungkin banyak didengar masyarakat, walaupun memiliki hukum sunnah, terdapat faedah dan keistimewaan yang ada di dalamnya.

Baca Juga: Amalan 7 Kali agar Terhindar dari Kecelakaan dan Musibah Ijazah Abah Guru Sekumpul, Baca Sebelum Keluar Rumah

Ustadza Adi Hidayat sebuah keistimewaan dan faedah bagi shohibul qurban yang tidak memotong kuku dna rambut sampai hewan kurbannya disembelih.

Menurut pernyataan Ustadz Adi Hidayat larangan memotong kuku dan rambut berlaku mulai dari 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.

Halaman:

Tags

Terkini