Minggu, 19 Juli 2026

Roger Danuarta Rayakan Imlek Meski Sudah Jadi Mualaf, Bagaimana Hukumnya Ikut Merayakan Tahun Baru Cina Menurut Islam? Begini Pendapat Ulama

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Senin, 27 Januari 2025 | 07:00 WIB
Potret Roger Danuarta sebagai muslim keturunan Tionghoa yang ikut merayakan Imlek dengan keluarga. (Instagram/rogerojey)
Potret Roger Danuarta sebagai muslim keturunan Tionghoa yang ikut merayakan Imlek dengan keluarga. (Instagram/rogerojey)

 

SketsaNusantara.id - Umat Khonghucu sebentar lagi akan memperingati Tahun Baru China atau Imlek yang dirayakan tanggal 29 Januari 2025.

Beberapa artis keturunan Tionghoa seperti Roger Danuarta ternyata ikut merayakan imlek atau Tahun Baru China.

Menilik dari postingan di Instagramnya, tampak Roger Danuarta bersama sang istri, Cut Meutya, kompak mengenakan baju berwarna merah dengan background pernak pernik bernuansa imlek sambil mengucapkan Selamat Tahun Baru China.

Baca Juga: 11 Jenis Hidangan Saat Imlek 2025 dan Maknanya: Ada Kue Keranjang sampai Dumpling, Pembawa Keberuntungan hingga Simbol Kelimpahan

Postingan Roger Danuarta mencuri perhatian publik, pasalnya ia sudah memeluk agama Islam dan menjadi mualaf sejak menikah dengan Cut Meutya tahun 2019 lalu.

Hal ini menimbulkan pertanyaan publik, bolehkah muslim merayakan Imlek? Bagaimana hukumnya seorang mulim merayakan Tahun Baru China menurut Islam?

Setiap tahun, warga etnis Tionghoa merayakan Hari Raya Imlek dengan suka cita tak terkecuali bagi mereka yang memeluk agama Islam.

Baca Juga: 12 Twibbon Ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2025 atau Gong Xi Fa Cai 2576 Kongzili untuk Posting Foto Bersama Keluarga

Dalam jurnal berdasarkan hasil studi Universitas Muhammadiyah, disebutkan bahwa muslim diperbolehkan merayakan Imlek.

Hal ini diikarenakan, Islam bukanlah agama yang hanya mencakup sistem kepercayaan dan ritual ibadah saja, melainkan juga menyangkut masalah kebuadayaan.

"Ketika Islam bertemu dengan budaya dimana Islam didakwahkan, maka kebudayaan baru akan terbentuk dari hasil akulturasi antara budaya lokal dengan nilai-nilai Islam," begitulah yang tertulis dalam jurnal hasil studi Tri Yuliana Widjayanti, dkk, dikutip dari situs Universitas Muhammadiyah (UMS).

Baca Juga: BRI Pastikan Layanan Perbankan Digital Beroperasi Penuh Selama Libur Isra Miraj dan Imlek 2025

"Akulturasi budaya terjadi di antara etnis Tionghoa yang memeluk agama Islam. Muslim Tionghoa tetap melaksanakan perayaan imlek meski mereka telah memeluk agama Islam," iimbuhnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Youtube Al Bahjah TV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X