Kamis, 4 Juni 2026

Kenapa Adab Dulu Baru Ilmu? Makna Pepatah Islam yang Viral Usai Gus Miftah Olok-Olok Penjual Es Teh di Magelang

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Kamis, 5 Desember 2024 | 09:30 WIB
Ilustrasi makna kalimat adab dulu baru ilmu yang viral usai insiden Gus Miftah dengan penjual es teh (Freepik/ brgfx, Canva/Siti Nurlaela)
Ilustrasi makna kalimat adab dulu baru ilmu yang viral usai insiden Gus Miftah dengan penjual es teh (Freepik/ brgfx, Canva/Siti Nurlaela)

 

SketsaNusantara.id - Belakangan, pepatah Islam yang berbunyi ‘Adab dulu baru ilmu’ viral di media sosial.

Pepatah tersebut rupanya berkaitan dengan sikap Gus Miftah kepada penjual es teh dalam sebuah acara di Magelang.

Kalimat bermakna dalam tersebut pun ramai dijadikan caption, status hingga quotes dalam poster.

Baca Juga: Jangan Menghina apalagi Memaki, Rasulullah Ajarkan Adab ini saat Bertemu Pedagang Termasuk Penjual Es Teh

Lantas apa sebenarnya makna dari pepatah ‘Adab dulu baru Ilmu’ tersebut?

Ungkapan ‘Adab dulu baru ilmu’ secara tak langsung merupakan penegasan akan pentingnya adab sebagai pondasi bagi seseorang saat mendalami ilmu.

Dengan berpondasi pada adab, diharapkan agar ilmu yang diperoleh bisa bermanfaat.

Baca Juga: Amalan Minum Air dari Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf agar Terhindar dari Segala Dosa, Mengikuti Adab Kebiasaan Rasulullah

Adab sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti kehalusan dan kebaikan budi pekerti, kesopanan dan akhlak.

Selain itu, dikutip SketsaNusantara.id dari situs Rumah Zakat, adab dalam Islam yakni merujuk pada cara bersikap, menghormati orang lain serta menjalani hidup dengan akhlak yang baik.

Sedangkan menurut KH Muhammad Hasyim Asy’ari yang mengutip pendapat para ulama, adab adalah hasil akhir dari rangkaian tauhid, iman dan syariat.

Baca Juga: Cara Mendapatkan Kebahagiaan dengan Ilmu, Fahruddin Faiz: Kuasai Sebanyak Mungkin

Jika disimpulkan, orang yang memiliki adab hampir bisa dipastikan bisa menjalankan syariat, keimanan hingga ketauhidan dengan benar.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: rumahzakat.org

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X