Minggu, 19 Juli 2026

Wayang Kulit Bukan Syirik! Ada Dalil Kuat dari Al Quran yang Jadi Pedoman Sunan Kalijaga

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 21 Juli 2024 | 09:22 WIB
Wayang kulit bukanlah syirik karena sesuai dengan syariat Islam. (Freepik.com/pikisuperstar)
Wayang kulit bukanlah syirik karena sesuai dengan syariat Islam. (Freepik.com/pikisuperstar)

Menurut Ustadz Salim, ada dalil yang sangat kuat dari Al Quran sebagaimana dikisahkan dalam kisah dakwah Nabi Ibrahim.

Baca Juga: Makna 2 Buto atau Raksasa di Gunungan Wayang Kulit, Penjaga Gerbang Ketauhidan

Disebutkan bahwa Nabi Ibrahim melakukan proses pencarian "Tuhan" kepada bulan, matahari, dan bintang.

Yang populer dari kisah tersebut adalah penggambaran bahwa Nabi Ibrahim mulanya menyembah bulan, tetapi ketika waktu berganti pagi, bulan menghilang.

Begitu juga saat siang, matahari menampakkan diri tetapi hilang di malam hari.

Baca Juga: Revolusi Wayang: Ide Jenius Sunan Kalijaga hingga Islam Menyebar Luas di Jawa, Dulu Hiburan Kaum Bangsawan

Sampai akhirnya Nabi Ibrahim merasa sangat yakin bahwa ada Allah SWT yang menciptakan semua benda-benda langit tersebut.

Kisah itu difirmankan dalam Surat Al An'am ayat 74 hingga 79.

Pada dasarnya, kisah tersebut tidak dapat dipahami secara harfiah karena kenyataannya Nabi Ibrahim tak pernah menyembah benda-benda tersebut.

Baca Juga: Benarkah Wayang Kulit Sengaja Dibuat Sebagai Warisan Wali Songo? Sempat Jadi Kontroversi, Begini Sejarah Wayang Kulit Sunan Kalijaga

Justru itu merupakan kisah penggambaran dari dakwah Nabi Ibrahim kepada para penyembah bulan, matahari, dan bintang.

Penggambaran tersebut merupakan cara penggunaan kisah untuk memudahkan dipahami oleh masyarakat awam.

"Dari dalil itu, kita simpulkan para Wali kemudian berani, oh ini cerita Mahabharata dan Ramayana ini tinggal dihilangkan bagian-bagian yang tidak sesuai syariat Islam," lanjutnya.

Misalnya, dalam cerita Mahabharata yang asli, dikisahkan bahwa Dewi Drupadi melakukan poliandri alias bersuamikan 5 orang.

Namun, setelah diadaptasikan ke dalam wayang kulit oleh Sunan Kalijaga, Dewi Drupadi hanya bersuamikan Puntadewa karena dalam ajaran Islam tidak mengenal adanya Poliandri.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: YouTube Salim A. Fillah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X