Minggu, 19 Juli 2026

Siapa Habib Ali bin Umar Bafaqih? Ulama Syiar Agama Islam di Bali Ini Punya Kisah Masa Kecil yang Patut Diacungi Jempol

Photo Author
Diva Diah Liana Ningrum, Sketsa Nusantara
- Kamis, 18 Juli 2024 | 14:24 WIB
Potret Habib Ali Umar Bafaqih, seorang ulama yang mengabdi di Bali. (Instagram @maktabah_rizkiawaniyah)
Potret Habib Ali Umar Bafaqih, seorang ulama yang mengabdi di Bali. (Instagram @maktabah_rizkiawaniyah)

Dari sana, ia pergi ke Jembrana dan mengajarkan Agama Islam di sana. Tempat yang digunakan adalah langgar, musholla, dan masjid di Kelurahan Loloan Timur dan Kelurahan Loloan Barat.

Baca Juga: Kehilangan Banyak Lini Tengah, Bali United Datangkan 2 Pemain Anyar Salah Satunya Eks PSM Makassar

Habib Ali bin Umar Bafaqih juga menyebarkan Agama Islam di berbagai desa di Jembrana Desa Tegal Badeng, Desa Cupel, Desa Baluk, Desa Tukadaya, Desa Banyubiru, Desa Pengambengan, Desa Melaya, Desa Air Kuning, dan Desa Medewi.

Sebagai bagian dari dakwahnya, ia mendirikan sebuah pengajian kecil. Pengajian itu diberi nama Syamsul Huda pada tahun 1928, di Loloan Barat, Negara, Bali.

Pengajian kecil itu rupanya dapat berkembang pesat dengan dukungan dari pihak dermawan. 

Baca Juga: Gelar Ulama atau Kyai Tidak Bisa Sembarangan, Harus Punya Silsilah Keturunan dari Wali Songo atau Nabi Muhammad SAW?

Sampai akhirnya Habib Ali bin Umar Bafaqih bisa mendirikan sebuah pondok pesantren di Kampung Kerobokan, Kelurahan Loloan Barat, Kecamatan Negara, tahun 1935.

Ia menghabiskan masa hidupnya di wilayah tersebut. Sampai pada usia 117 tahun, Habib Ali bin Umar Bafaqih dinyatakan wafat.

Habib Ali bin Umar Bafaqih wafat pada 27 Februari 1999. Melansir dari YouTube 7im9, lokasi makam yang digadang-gadang keramat ini ada di Kelurahan Loloan Barat, Kecamatan Negara, Bali.***

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: YouTube 7im9

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X