2. Tapa bisu atau tak boleh berbicara
Ritual ini biasanya dilakukan masyarakat Yogya. Tapa bisu merupakan ritual turun-temurun dari para leluhur.
Caranya, dengan tidak berbicara selama mengelilingi benteng Keraton Yogyakarta.
Doa-doa dipanjatkan dengan penuh ketenangan sembari berjalan mengelilingi benteng usai lonceng berbunyi sebanyak 12 kali.
Selain itu, mereka juga tidak bolah makan, minum dan merokok saat melakukan ritual tapa bisu.
3. Tidak boleh keluar rumah
Bulan Suro dipercaya sebagai bulan yang identik dengan kesialan, bencana serta hal-hal buruk.
Oleh karena itu, sebagian warga percaya untuk tidak keluar rumah guna menghindari kesialan atau bencana.
Mitos ini masih dipercaya hingga kini oleh banyak orang.
4. Dilarang Pindah rumah
Kepercayaan terhadap hari baik dan hari buruk membuat masyarakat Jawa melarang aktivitas pindah rumah. Hal ini dilakukan agar terhindar dari musibah.
Selain tidak boleh keluar rumah, pindah rumah juga tidak disarankan. Ini untuk menghindari kesialan atau bencana.
5. Arwah leluhur pulang
Artikel Terkait
Jadi Pegangan Hidup Jokowi! Sunan Kudus Wali Songo Beri Wasiat Pepatah Jawa Sebelum Wafat, Punya Makna Dahsyat
Gak Sembarangan! Misteri 9 Pintu Makam Sunan Gunung Jati Wali Songo di Cirebon, Ada Buah Tangan Dari Istri Tercinta
Tahun Baru Islam 2024 Kapan? Cek Tanggal 1 Muharram 1446 Hijriah Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Jatuh Pada...
Karomah Sunan Gunung Jati Lenyapkan Tumor Tanpa Operasi atau Alat Medis, Gara-Gara Melihat Ini di Malam Lailatul Qadar
Bukan Asli Tanah Jawa, Terungkap Tempat Lahir Sunan Ampel Wali Songo, Ternyata Bukan Dari Indonesia?
Cucu dan Ponakan Raja? Terbongkar Status Asli Sunan Ampel Sebelum Mengabdi Jadi Bagian Wali Songo di Surabaya
7 Peristiwa Penting yang Terjadi di Bulan Muharram: Ada Mukjizat Para Nabi hingga Pengampunan Dosa