Kemudian keduanya dipertemukan sebagai arah kiblat Masjid Agung Demak sebagai garis antara tangan kanan dan tangan kiri.
Inilah yang disepakati oleh para wali sebagai arah Kiblat Masjid Agung Demak penentuan arah kiblat Masjid Agung Demak yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga.
Penentuan arah Kiblat terjadi pada hari Jumat pada bulan Dzulqada menjelang salat Jumat, cerita dari Babad Tanah Jawa menjelaskan bahwa para wali bermusyawarah untuk menentukan arah kiblat sebelum membangun Masjid Agung Demak dan akan digunakan sebagai salat Jumat bersama.
Masjid Agung Demak merupakan lambang Kerajaan Islam pertama yang menghubungkan dengan wali-wali di Jawa.
Bahkan pada tahun 1708 ketika kasus Susuhunan Pakubuwono 1 memerintah kerajaan di Kartasura yang mengakui bahwa pendulunya yakni Amangkurat III yang diasingkan ke Sri Lanka oleh kompeni telah membawa seluruh pasukan kerajaan Demak kecuali Masjid Agung Demak dan Makam Kadilangu.
Oleh sebab itu sampai kini tidak ada peninggalan Kerajaan Demak yang ada hanya Masjid Agung Demak sebagai simbol kejayaan popularitas Kerajaan Islam pertama di Jawa yaitu kerajaan Demak.
Oleh karenanya wajar ketika masjid-masjid bangunan kerajaan Islam di Jawa selalu mengikuti pola pembangunan Masjid Agung Demak.
Sebagaimana model Masjid Agung Demak semua bentuk seperti tata letak, dan arah kiblatnya ditiru oleh masjid-masjid lainnya.
Contohnya Masjid Agung Cirebon, Masjid Agung Banten, Masjid Agung Surakarta, dan Masjid Agung Jogjakarta.
Ajaran Islam yang disebarkan oleh Sunan Kalijaga menggunakan simbol-simbol yang mudah dipahami oleh rakyat Jawa yang di padukan dengan ajaran Islam hingga menjadi budaya baru.
Sunan Kalijaga menggunakan wayang dengan nama dan bentuk yang berbeda sebagai simbol-simbol yang mudah dipahami oleh rakyat jawa.
Menggunakan simbol dengan mengangkat tangan kanan memegang Ka'bah dan tangan kiri memegang mustaka Masjid Agung Demak dalam mengajarkan tentang penentuan arah kiblat.
Fenomena sinkretisasi yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga membangunan masjid dengan model ruang tamu Joglo, yang beratap tajungan dengan jumlah atap bertingkat ganjil.
Artikel Terkait
Keajaiban Beringin Peninggalan Sunan Kalijaga di Kotagede Yogyakarta, Jadi Sumber Mata Air hingga Berjalan 100 Meter!
Inilah Kisah Sunan Kalijaga, Putra Adipati Tuban yang Menjelma Menjadi Robin Hood van Java dan Penyebar Islam Berpengaruh di Pulau Jawa
Asal Usul 6 Julukan Sunan Kalijaga, Wali Songo yang Berdakwah Lewat Wayang, Ada Nama Panggung Saat Jadi Dalang!
Cara Unik Sunan Kalijaga Berdakwah dengan Wayang dari Majapahit hingga Pajajaran, Penonton Disuruh...
Lakon Dewa Ruci: Cerita Pewayangan Favorit Sunan Kalijaga yang Sarat Ajaran Agama, Tentang Apa?
Dibangun Wali Songo, Masjid Sang Cipta Rasa di Cirebon Jadi Tempat Sunan Kudus Bunuh Guru Sunan Kalijaga, Kenapa?
Unik! Blangkon Senantiasa Jadi Ciri Khas Penampilan Sunan Kalijaga, Ternyata Ini Makna dan Nilai yang Terkandung pada Penggunaannya