Kamis, 4 Juni 2026

Kisah Sunan Kalijaga dalam Pemilihan Arah Kiblat Sebagai Peranan Penting Pendirian Masjid Agung Demak, Simbol Popularitas Kerajaan?

Photo Author
Erik Kusmiati, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 29 Juni 2024 | 22:07 WIB
Sunan Kalijaga sebagai wali penting dalam pendirian Masjid Agung Demak.  (Instagram/@charis_nafi17)
Sunan Kalijaga sebagai wali penting dalam pendirian Masjid Agung Demak. (Instagram/@charis_nafi17)

Kemudian keduanya dipertemukan sebagai arah kiblat Masjid Agung Demak sebagai garis antara tangan kanan dan tangan kiri.

Inilah yang disepakati oleh para wali sebagai arah Kiblat Masjid Agung Demak penentuan arah kiblat Masjid Agung Demak yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga.

Baca Juga: Tak Tertandingi, 6 Karomah Sunan Kalijaga, Nomor 4 Sulit Dipercaya dan Tidak Masuk Akal, Kok Bisa Gak Mati?

Penentuan arah Kiblat terjadi pada hari Jumat pada bulan Dzulqada menjelang salat Jumat, cerita dari Babad Tanah Jawa menjelaskan bahwa para wali bermusyawarah untuk menentukan arah kiblat sebelum membangun Masjid Agung Demak dan akan digunakan sebagai salat Jumat bersama.

Masjid Agung Demak merupakan lambang Kerajaan Islam pertama yang menghubungkan dengan wali-wali di Jawa.

Bahkan pada tahun 1708 ketika kasus Susuhunan Pakubuwono 1 memerintah kerajaan di Kartasura yang mengakui bahwa pendulunya yakni Amangkurat III yang diasingkan ke Sri Lanka oleh kompeni telah membawa seluruh pasukan kerajaan Demak kecuali Masjid Agung Demak dan Makam Kadilangu.

Oleh sebab itu sampai kini tidak ada peninggalan Kerajaan Demak yang ada hanya Masjid Agung Demak sebagai simbol kejayaan popularitas Kerajaan Islam pertama di Jawa yaitu kerajaan Demak.

Oleh karenanya wajar ketika masjid-masjid bangunan kerajaan Islam di Jawa selalu mengikuti pola pembangunan Masjid Agung Demak.

Baca Juga: Revolusi Wayang: Ide Jenius Sunan Kalijaga hingga Islam Menyebar Luas di Jawa, Dulu Hiburan Kaum Bangsawan

Sebagaimana model Masjid Agung Demak semua bentuk seperti tata letak, dan arah kiblatnya ditiru oleh masjid-masjid lainnya.

Contohnya Masjid Agung Cirebon, Masjid Agung Banten, Masjid Agung Surakarta, dan Masjid Agung Jogjakarta.

Ajaran Islam yang disebarkan oleh Sunan Kalijaga menggunakan simbol-simbol yang mudah dipahami oleh rakyat Jawa yang di padukan dengan ajaran Islam hingga menjadi budaya baru.

Sunan Kalijaga menggunakan wayang dengan nama dan bentuk yang berbeda sebagai simbol-simbol yang mudah dipahami oleh rakyat jawa.

Menggunakan simbol dengan mengangkat tangan kanan memegang Ka'bah dan tangan kiri memegang mustaka Masjid Agung Demak dalam mengajarkan tentang penentuan arah kiblat.

Fenomena sinkretisasi yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga membangunan masjid dengan model ruang tamu Joglo, yang beratap tajungan dengan jumlah atap bertingkat ganjil.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Sunan Kalijaga dan Mitos Masjid Agung Demak, Dr. Fairuz Sabi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X