Karomah selanjutnya juga masih digunakan sampai sekarang oleh warga yang berziarah ke makam Sunan Muria.
Ialah sebuah gentong atau wadah air yang dipercaya mujarab dalam membawa keberkahan bagi warga.
Sebab pada zaman dakwah Sunan Muria, air di dalam gentong itu digunakan untuk menyembuhkan penyakit para warga.
Tidak hanya itu, air di dalam gentong yang menjadi karomah Sunan Muria juga berguna untuk mencerdaskan mereka.
Lantaran air di dalam gentong itu sudah diberi doa oleh salah seorang anggota Wali Songo, yakni Sunan Muria.
Baca Juga: Tak Banyak yang Tau, Siapa Sunan Geseng? Punya Sejumlah Karomah di Luar Nalar!
3. Maling Kopo
Selanjutnya ada maling kopo yang merupakan sebuah istilah. Istilah ini diberikan kepada Kopo.
Kopo adalah seorang adik seperguruan dari Sunan Muria yang saat itu menjadi murid Sunan Ngerang.
Adik seperguruan Sunan Muria itu diketahui menculik Dewi Roroyono. Ia adalah istri Sunan Muria.
Baca Juga: Aneh Tapi Benar-benar Terbukti, Inilah 4 Karomah Gus Dur yang Dianggap Gila, Sebagai Real Wali?
Ketika itu Kopo menyerang Sunan Muria dengan mengirimkan Aji Pamungkas. Namun Sunan Muria berhasil melawannya.
Aji Pamungkas itu malah balik menyerang Kopo hingga ia meninggal dunia. Karomah itupun dikenal hingga saat ini.
Sehingga maling kopo memiliki arti, seorang laki-laki yang menculik perempuan untuk menjadi istrinya.***
Artikel Terkait
Buah Parijoto: Tanaman Ajaib 'Warisan' Sunan Muria, Anggur Asia dengan Segudang Manfaat, Obat Promil Alami?
Mau ke Makam Sunan Muria di Kudus? Nikmati Sensasi Naik Ojek Ala Valentino Rossi, Wisata Religi Plus Uji Nyali!
Salah Satu Sosok Walisongo Ini Keturunan Rasulullah SAW, Benarkah? Cek 5 Fakta Menarik Tentang Sunan Gunung Jati
Keturunan Rasulullah SAW Ke 24 Tumbangkan Majapahit, Ini Karomah Luar Biasa Sunan Kudus Wali Songo Saat di Medan Perang
Berdakwah di Gresik, Mau Tau Karomah Terhebat Sunan Giri Wali Songo? Sosok Ini Berhasil Mengubah Angsa Menjadi...
Punya Karomah Mengubah Pena Menjadi Keris, Sunan ini Menyandang Gelar Guru Raja-Raja Nusantara hingga Dijuluki Paus-nya Jawa