Keduanya menunjukkan momentum silaturahmi yang hangat dan menjaga hubungan baik dengan sesama, seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya.
Kenangan UAS tentang tradisi Maulid sejak kecil, pengalaman berbagi makanan di Kairo, hingga pertemuannya dengan UAH di Kota Nabi memperlihatkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah dapat hadir dalam berbagai bentuk.
Sementara itu, pujian UAH terhadap sikap tawadhu UAS menjadi pengingat bahwa ilmu dan popularitas seorang pendakwah akan semakin bermakna ketika dibarengi dengan kesederhanaan dan kerendahan hati.
Pada akhirnya, pertemuan dua pendakwah Indonesia di Madinah pada momentum Maulid Nabi ini terasa begitu hangat.
Dari tanah air hingga Kota Nabi, semangat memperingati kelahiran Rasulullah dapat diwujudkan melalui shalawat, mengenang keteladanan Rasululullah SAW, sekaligus mempererat silaturahmi dan berbagi kebaikan pada sesama.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Takjub! Irfan Hakim Bahagia Lihat Burung Peliharannya Tenang Menyambut Ustad Adi Hidayat Saat Berkunjung ke Aviary, Bikin Merinding Gegara Ini
Baca Ini Sebelum Buka Usaha: Ustadz Abdul Somad Ungkap Amalan Pagi Penangkal Sihir dan Pelancar Rezeki
Diperingati Setiap 12 Rabiul Awwal, Inilah 8 Tradisi Unik Memperingati Maulid Nabi di Sejumlah Daerah di Indonesia
Harmoni Religi dan Budaya dalam Upacara Sekaten di Daerah Istimewa Yogyakarta Sebagai Peringatan Maulid Nabi Muhammad
Hadiri Peringatan Maulid Nabi, Warga di Nganjuk Diingatkan Bahaya Kerusakan Bagi Bangsa
Jangan Terlewat! Ustadz Abdul Somad Jelaskan Keistimewaan Hari Jumat, Ungkap 40 Titik Mustajab untuk Berdoa