Minggu, 19 Juli 2026

Hadiri Peringatan Maulid Nabi, Warga di Nganjuk Diingatkan Bahaya Kerusakan Bagi Bangsa

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Minggu, 28 September 2025 | 12:15 WIB
Pengurus Ranting NU Desa Wangkal, Rejoso, Nganjuk saat menggelar pengajian dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. (SketsaNusantara.id)
Pengurus Ranting NU Desa Wangkal, Rejoso, Nganjuk saat menggelar pengajian dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. (SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Wengkal Kecamatan Rejoso, Nganjuk menggelar rutinan tahunan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw, Sabtu 27 September 2025, malam. Berlokasi di halaman Masjid Baitussalam Wengkal, agenda ini dihadiri sedikitnya seribu jamaah. Tahun ini, PRNU Wengkal mengundang Majelis Sholawat dan Dzikir Bolo Janur.

Tampak hadir sebagai tamu undangan, Rais Syuriah MWCNU Rejoso KH Ibnu Rois Al-Maqbul dan Kiai Imam Hartoyo beserta jajaran. Kepala Desa Wengkal Catur Totok Winarko beserta beserta jajaran perangkat desa juga hadir.

Ketua Ranting NU Wengkal sekaligus ketua panitia Ahmad Qomari mengapresiasi jamaah yang hadir. Baik dari Ranting NU Wengkal maupun dari luar desa. "Sungguh luar biasa membludak, tidak lupa ucapan terimakasih disampaikan kepada para panitia dan juga donatur semua sehingga acara terlaksana dengan baik," ujarnya.

Baca Juga: Kembali dari Lawatan Internasional, Presiden Prabowo Tegaskan Sikap Soal Keracunan MBG: Waspada, Jangan Sampai Dipolitisasi!

Ada yang istimewa di tengah-tengah jamaah yang hadir. Juga tampak hadir sosok perempuan tua bernama Mak Yat. Dia adalah seorang tuna wisma dan juga tidak mempunyai aktivitas pekerjaan.

Dirinya mengaku tidur di areal majelis di manapun berada shalawat. "Namun begitu, alhamdulillah ada aja rejeki datang," katanya.

Pembacaan shalawat bersama Bolo Janur dipimpin langsung oleh Gus Arafat Aji Soko. "Akan datang di akhir zaman nanti, suatu masa umat Nabi Muhammad akan menjauhi ulama," ujarnya memulai tausiyah.

Baca Juga: SMP-SMK Mbah Bolong Jombang: Melek Qur’an, Kitab Kuning, Bahasa Inggris, dan Literasi

Dirinya berharap hal itu tidak akan terjadi di negara lndonesia. "Sebab jika itu terjadi akan berdampak membahayakan umat," imbuhnya.

Tiga dampak negatif itu, tambahnya, akan menyengsarakan rakyat lndonesia. "Mulai pekerjaan yang sulit, pemimpin yang dzolim dan terakhir mati dalam keadaan tidak membawa iman," jelasnya.

Baca Juga: Isu Dapur Fiktif di Balik Anggaran MBG Rp99 Triliun, Menkeu Purbaya Tegaskan Evaluasi

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjut dengan pembacaan shalawat bersama-sama. Lalu disambung dengan dzikir, mahalul qiyam dan doa penutup.

Selama kegiatan berlangsung, hadirin larut mengikuti pembacaan shalawat denga khusyu. Sehingga acara berlangsung tertib dan lancar.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X