Selasa, 25 Agustus 2026

Bolehkah Puasa Khusus di Hari Maulid Nabi Muhammad? Inilah Sederet Amalan yang Dianjurkan Memperingati Kelahiran Rasulullah SAW dan Keutamaannya

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 25 Agustus 2026 | 07:48 WIB
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diisi dengan melakukan amalan sholawat hingga puasa sunnah untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW semasa hidupnya (Pexels/Fatih Maraşlıoğlu)
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diisi dengan melakukan amalan sholawat hingga puasa sunnah untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW semasa hidupnya (Pexels/Fatih Maraşlıoğlu)

SketsaNusantara.id – Umat Islam tengah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada hari Selasa, 25 Agustus 2026.

Peringatan tersebut bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah dan menjadi momentum bagi Muslim di seluruh untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW sekaligus menumbuhkan kembali kecintaan kepada beliau.

Maulid Nabi biasanya diperingati melalui berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari acara pengajian, pembacaan shalawat, kajian sirah Nabi, membaca Al-Qur'an, hingga memperbanyak sedekah.

Selain mengikuti kegiatan peringatan Maulid Nabi, umat Islam juga dapat mengisi momentum ini dengan memperbanyak ibadah seperti melakukan puasa sunnah.

Lantas, bolehkah puasa khusus di hari Maulid Nabi Muhammad SAW? Apa saja amalan yang dianjurkan dalam hadits untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad?

Baca Juga: Daftar Pesan Menyentuh Hati Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Unggah di Cerita Instagram!

Puasa sunnah menjadi salah satu amalan yang dapat dilakukan, terutama pada bulan Rabiul Awal yang memiliki momen istimewa bagi umat Islam.

Dilansir SketsaNusantara.id dari situs Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui artikel Bimbingan Syariah yang diterbitkan pada 23 Agustus 2026, menyebutkan bahwa memperbanyak puasa termasuk amalan yang dianjurkan selama bulan Maulid.

Dalam salah satu hadis, Rasululullah pernah menceritakan kebiasaannya berpuasa pada hari Senin, yang mengingatkan hari ketika dirinya dilahirkan dan hari diturunkan wahyu kepadanya.

"Nabi SAW ditanya mengenai puasa hari Senin. Beliau menjawab; Itu adalah hari aku dilahirkan, pada hari itu aku diutus dan pada hari itu aku mendapatkan wahyu.” (HR Muslim)

Hadis tersebut menggambarkan rasa syukur Nabi dengan melaksanakan puasa terhadap nikmat Allah yang dianugerahkan kepadanya.

Baca Juga: Ikuti Jejak Perjuangan Nabi Muhammad, Majelis Dzikrul Ghofilin Nganjuk Gelar Sema'an Al-Qur'an

Karena itu, puasa sunnah di hari Senin dapat menjadi salah satu amalan yang dianjurkan di bulan kelahiran Rasulullah sebagai rasa syukur diutusnya Nabi Muhammad SAW yang membawa nikmat dan bimbingan bagi umat Islam menuju kebaikan.

Namun, tidak diharuskan berpuasa di hari Selasa, 25 Agustus 2026 yang bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad yang diperingati 12 Rabiul Awal 1448 H yang tahun ini jatuh pada hari Selasa.

Halaman:

Editor: Mila Zhely Nurul Hidayah

Sumber: mui.or.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X