Kamis, 4 Juni 2026

Mudik Lebaran dan Dibrondong Pertanyaan Keramat 'Kapan Menikah'? Jangan Sensi, Begini Cara Menjawab Menurut Buya Yahya

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Senin, 23 Maret 2026 | 09:00 WIB
Ilustrasi momen kumpul keluarga saat lebaran  (rri.co.id)
Ilustrasi momen kumpul keluarga saat lebaran (rri.co.id)

SketsaNusantara.id - Momen kumpul keluarga saat Lebaran atau hari besar lainnya seharusnya menjadi ajang melepas rindu. 

Namun, bagi sebagian orang, terutama bagi para jomblo, momen ini sering kali berubah menjadi situasi yang canggung akibat satu pertanyaan legendaris, "Kapan menikah?"

Meskipun biasanya dilontarkan dengan niat perhatian atau sekadar basa-basi, bagi yang ditanya, pertanyaan ini bisa terasa melelahkan karena itu-itu melulu yang dipertanyakan padahal jodoh belum nampak hilalnya.

Baca Juga: Silaturahmi atau Silaturahim? Menakar Makna dan Tradisi Idul Fitri 2026 Menurut Buya Yahya

Lantas, bagaimana kita menyikapi hal ini tanpa merusak suasana? berikut pandangan Buya Yahya dalam menjawab pertanyaan keramat tersebut.

Ia menekankan bahwa sebetulnya penanya, baik orang tua atau anggota keluarga seharusnya stop bertanya jika sudah berturut-turut dipertanyakan karena tidak semua orang suka ditanya hal seperti ini, bahkan kadang sensitif.

Namun jika posisi kita sebagai orang yang ditanya dan harus menjawab maka harus menyikapi dengan baik agar tak merusak suasana bahagia lebaran.

Baca Juga: Bolehkah Menyikat Gigi Siang Hari Saat Puasa? Inilah Jawaban Buya Yahya

"Yang perlu di tata itu adalah hati anda, maksudnya tidak usah berburuk sangka pada orang tua anda (keluarga)," ungkap Buya Yahya dikutip dari kanal YouTube Al-Bahjah TV.

Menurut Buya Yahya dari sudut pandangnya jika ada seseorang, baik orang tua atau keluarga yang bertanya demikian maka jangan marah.

Sebab menurutnya, pertanyaan tersebut merupakan sebuah pernyataan yang sebetulnya berkonotasi bahwa mereka ingin anda bahagia.

Baca Juga: Inilah Penjelasan Buya Yahya untuk Menyambut Malam Nisfu Syaban 2026, Amalan Apa yang Bisa Kita Lakukan?

"Di sisi lain, dia tidak ingin memaksakan kehendak beliau jadi seenak-enaknya anda," imbuhnya.

Menurut Buya Yahya, pertanyaan demikian mencerminkan bahwa keputusan sebetulnya ada ditangan anda, orang terdekat tidak memaksakan kehendak kepada anda.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube Al-Bahjah TV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X