Kamis, 4 Juni 2026

Fenomena Sholat Tarawih Kilat di Sejumlah Masjid, Simak Dalil dan Penjelasan Lengkapnya di Sini

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 21 Februari 2026 | 20:30 WIB
Ilustrasi sholat tarawih. (Pexels.com/Chattrapal (Shitij) Singh)
Ilustrasi sholat tarawih. (Pexels.com/Chattrapal (Shitij) Singh)

SketsaNusantara.id - Setiap Ramadhan, masjid dan musala di berbagai daerah selalu dipenuhi jamaah.

Antusiasme ini menjadi tanda hidupnya ibadah malam di bulan suci. Sholat tarawih pun menjadi rutinitas yang dinanti banyak umat Islam.

Namun, di balik semarak tersebut, muncul fenomena yang kerap menuai perbincangan. Sebagian masjid melaksanakan sholat tarawih dengan tempo sangat cepat.

Baca Juga: Fantastis! Segini Harta Kekayaan Said Abdullah, Ketua Banggar DPR RI Ramai Disorot Usai Bagikan Uang ke Jemaah Tarawih di Sumenep Selama Bulan Ramadan

Gerakan sholat nyaris tanpa jeda ketenangan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan tentang sah atau tidaknya sholat yang dilakukan tergesa-gesa.

Dalam ajaran Islam, kualitas sholat tidak diukur dari jumlah rakaat semata. Ketepatan gerakan dan ketenangan setiap posisi memegang peran penting. Konsep ini dikenal dengan istilah tumakninah, yang menjadi salah satu unsur penentu sahnya salat.

Rasulullah saw menekankan pentingnya tumakninah dalam sebuah hadis tentang seseorang yang keliru saat melaksanakan sholat.

Baca Juga: Kronologi Ruang Server Masjid Istiqlal Jakarta Kebakaran saat Sholat Tarawih Berlangsung, 9 Mobil Damkar Dikerahkan Padamkan Api, Begini Kondisinya

Dikutip dari Muhammadiyah.or.id, dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda, “Apabila engkau berdiri untuk sholat, maka bertakbirlah. Kemudian bacalah apa yang mudah bagimu dari al-Qur’an. Lalu rukuklah hingga engkau tenang dalam rukuk. Kemudian bangkitlah hingga berdiri tegak. Lalu sujudlah hingga engkau tenang dalam sujud. Kemudian duduklah hingga engkau tenang dalam dudukmu. Lakukanlah demikian itu pada seluruh sholatmu.” (HR al-Bukhari).

Hadis tersebut menegaskan bahwa setiap gerakan sholat harus dilakukan dengan tenang. Setiap posisi wajib diberi jeda agar anggota tubuh kembali stabil. Prinsip ini berlaku umum, mencakup sholat fardu maupun sholat sunah.

Sholat tarawih termasuk bagian dari qiyām al-lail yang memiliki tata cara sama dengan sholat malam Rasulullah saw. Oleh sebab itu, prinsip tumakninah juga melekat pada pelaksanaan tarawih. Gerakan yang terlalu cepat berisiko menghilangkan ketenangan, bahkan dapat membuat salat tidak memenuhi syarat sah.

Dalam riwayat lain, Abu Salamah bin Abdurrahman bertanya kepada ‘Aisyah ra. tentang sholat Rasulullah saw di bulan Ramadhan. ‘Aisyah menjawab, “Rasulullah saw. tidak pernah menambah di bulan Ramadan maupun di luar Ramadan lebih dari sebelas rakaat. Beliau sholat empat rakaat, jangan engkau tanyakan betapa bagus dan panjangnya, kemudian empat rakaat lagi, jangan engkau tanyakan betapa bagus dan panjangnya, kemudian beliau sholat tiga rakaat.” (HR al-Bukhari).

Riwayat ini menunjukkan bahwa Rasulullah saw tidak hanya menjaga jumlah rakaat, tetapi juga kualitas sholat. Panjangnya bacaan dan tenangnya gerakan menjadi ciri utama ibadah malam beliau. Kekhusyukan dan ketenangan selalu menjadi prioritas.

Praktik tarawih yang dilakukan dengan sangat cepat berpotensi mengurangi kesempurnaan gerakan. Rukuk, sujud, dan duduk di antara dua sujud dapat kehilangan unsur ketenangan. Kondisi ini membuat tumakninah sulit terwujud.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Muhammadiyah.or.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X