SketsaNusantara.id - Dalam kehidupan sehari-hari, lisan kerap menjadi sumber masalah.
Gosip, celaan, dan gunjingan mudah muncul dalam obrolan santai. Tanpa disadari, kebiasaan ini bisa menggerus nilai ibadah puasa yang sedang dijalani.
Salah satu bentuk penyakit lisan yang paling sering terjadi adalah ghibah.
Ghibah berarti membicarakan keburukan orang lain. Meski disampaikan secara santai, perbuatan ini tetap memiliki konsekuensi serius dalam ajaran Islam.
Ghibah diposisikan sejajar dengan berkata keji, mengumpat, dan mencela. Semua perbuatan ini berpotensi membuat puasa kehilangan maknanya. Puasa tetap sah, tetapi pahala yang diharapkan bisa berkurang drastis.
Dikutip dari Kemenang.go.id, Al Quran memberikan gambaran keras tentang bahaya ghibah. Dalam surah Al-Hujurat ayat 12, Allah SWT menegaskan larangan menggunjing sesama. Ayat tersebut menyamakan ghibah dengan perbuatan yang menjijikkan bagi akal sehat.
Dalam ayat itu disebutkan, "Dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." (QS. Al Hujuraat: 12).
Perumpamaan tersebut menunjukkan betapa seriusnya larangan ghibah. Membicarakan keburukan orang lain diibaratkan seperti memakan daging saudara sendiri yang telah meninggal. Gambaran ini menegaskan keburukan perbuatan tersebut.
Dalam konteks puasa, ghibah menjadi ancaman nyata bagi kualitas ibadah. Puasa mengajarkan pengendalian diri secara menyeluruh. Menahan lapar saja tidak cukup tanpa menjaga lisan.
Ketika seseorang sibuk menggunjing, fokus ibadah akan terganggu. Pikiran dipenuhi prasangka, emosi mudah tersulut, dan ketenangan batin perlahan menghilang. Kondisi ini membuat puasa kehilangan tujuan spiritualnya.
Ghibah sering terjadi dalam percakapan ringan. Obrolan keluarga, pertemanan, hingga diskusi di media sosial rawan memicu gunjingan. Tanpa kontrol, kebiasaan ini menjadi rutinitas harian yang sulit dihentikan.
Islam menekankan pentingnya menjaga kehormatan sesama. Setiap individu memiliki hak untuk tidak direndahkan. Menjaga lisan berarti menjaga martabat orang lain sekaligus melindungi diri sendiri.
Artikel Terkait
Download Gratis 10 Link Twibbon Cantik untuk Menyambut Ramadhan 1447 Hijriyah, Membuat Puasa Semakin Semarak
Baru dan Gratis! 10 Link Twibbon Ramadhan 2026, Siap Unggah untuk Sambutan Bulan Puasa 1447 Hijriah
Puasa tapi Korupsi? Bagaimana Hukumnya dalam Islam dan Mengapa Ramadan Seharusnya Mengubah Cara Pandang terhadap Harta dan Kekuasaan
Jelang Puasa, Perbankan Jember Gelar Donor Darah di Bank Indonesia, Terkumpul 241 Kantong untuk Menjaga Stok PMI
Apakah Donor Darah Membatalkan Puasa saat Ramadhan? Begini Penjelasan Ulama dan Dalil yang Jarang Dibahas