Minggu, 19 Juli 2026

Viral Perang Dukun di Live TikTok dari Jurus Aura 30 Juz hingga Kesaktian Tiup Angin, Begini Sikap Tegas Islam soal Mempercayai Perdukunan

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 1 Februari 2026 | 12:00 WIB
Hukum Islam mengatur tegas soal praktik perdukunan dan mereka yang mempercayainya. (Kolase tangkap layar Tiktok/@spiritualtauhid1)
Hukum Islam mengatur tegas soal praktik perdukunan dan mereka yang mempercayainya. (Kolase tangkap layar Tiktok/@spiritualtauhid1)

SketsaNusantara.id - Media sosial kembali menghadirkan tontonan yang menyita perhatian publik.

Kali ini, ramai di warga TikTok tentang fenomena perang dukun secara live. Pertemuan daring itu diklaim sebagai ajang adu kesaktian antar praktisi mistik.

Cuplikan video tersebut memperlihatkan aktivitas yang sulit dinalar. Ada sosok meniupkan angin ke arah kamera. Ada pula yang melafalkan mantra di hadapan penonton live.

Baca Juga: Ngeri! Manohara Bongkar Kisah Kelamnya di Masa Lalu Saat Jadi Korban Pernikahan Dini, Benarkah Sang Ibu Sering ke Dukun?

Ada pula yang diklaim sebagai pertempuan energi gaib terdahstat dengan ajian gelap ngampar melawan aura 30 juz. Tayangan-tayangan itu ditonton ribuan akun.

Fenomena tersebut diketahui berasal dari akun TikTok bernama @spiritualtauhid. Dalam siaran langsung itu, beberapa peserta disebut-sebut sebagai dukun. Mereka disebut saling melempar jurus melalui pertemuan online.

Alih-alih menimbulkan rasa takut, video tersebut justru menjadi bahan olok-olokan warganet. Namun di balik absurditas tersebut, praktik perdukunan masih dipercaya sebagian masyarakat. Tidak sedikit yang menggantungkan harapan hidup pada dunia mistik.

Baca Juga: Mengaku Islam, Manohara Beberkan Kebiasaan Ibunya yang Percaya Ilmu Hitam dan Kerap Datangi Dukun: Saya Dipaksa Minum Air Ritual!

Kepercayaan kepada dukun bukan hal baru di Indonesia. Sebagian orang menjadikannya tempat mengadu berbagai persoalan. Mulai dari kesehatan, ekonomi, jodoh, hingga karier. Praktik ini sudah dikenal jauh sebelum Islam datang.

Dikutip SketsaNusantara.id dari nu.or.id, dukun dikenal dengan istilah kahânah. Pelakunya disebut kâhin. Mereka mengklaim mampu mengetahui perkara gaib. Termasuk hal yang tidak bisa dijangkau manusia biasa.

Imam an-Nawawi menjelaskan perbedaan antara kâhin dan ‘arrâf. Keduanya sama-sama dilarang untuk dipercaya. Kâhin dianggap mampu mengetahui kejadian masa depan dengan bantuan makhluk gaib. Sementara ‘arrâf mengklaim mengetahui barang hilang atau dicuri.

Al-Qadhi ‘Iyadh kemudian membagi dukun ke dalam tiga kategori. Salah satunya mengaku memiliki pembantu jin pencuri informasi gaib. Jenis ini disebut sudah tidak ada sejak diutusnya Nabi Muhammad.

Jenis kedua masih banyak ditemukan hingga sekarang. Mereka mengaku mengetahui hal tersembunyi yang tidak dijangkau manusia biasa. Klaim tersebut bisa benar atau bohong. Meski demikian, umat tetap dilarang mempercayainya.

Larangan tersebut ditegaskan dalam hadis Nabi Muhammad saw:
“مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً”

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: nu.or.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X