Salah satu adab adalah mengangkat kedua tangan ketika berdoa. Gerakan ini melambangkan ketundukan dan pengharapan kepada Allah SWT.
Doa juga dianjurkan diawali dengan pujian kepada Allah SWT. Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW menyertainya sebelum permohonan disampaikan.
Selain itu, doa dilakukan dengan tadharru’. Sikap ini mencerminkan kerendahan hati dan ketundukan seorang hamba.
Al-Qur’an menegaskan prinsip ini melalui firman-Nya:
“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”
Ayat tersebut menjadi rambu dalam melagukan doa. Irama diperbolehkan selama tidak berlebihan dan mengganggu kekhusyukan.
Adab lainnya adalah menutup doa dengan hamdalah. Penutup ini menegaskan pengakuan bahwa segala urusan kembali kepada Allah SWT.
Dengan demikian, doa yang dilagukan dibolehkan dalam Islam. Ketentuan ini berlaku selama niat dan adab tetap terjaga.
Pandangan Muhammadiyah menempatkan doa sebagai ibadah yang berorientasi kepada Allah SWT. Keindahan suara berfungsi sebagai sarana, bukan tujuan utama.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Doa Ayu Ting Ting untuk Ulang Tahun ke-12 Bilqis: Bayi Kecil Bunda...
Doa Malam Tahun Baru 2026, Bacaan Bahasa Arab Mudah Dihafal dan Dilengkapi Artinya
Bacaan Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun 2026: Tentang Pertaubatan, Perlindungan Diri dan Revolusi Spiritual
Terungkap Kebohongan Lain, Doa Orang Tua Mengiringi 'Penerbangan' Nisya
3 Doa Perempuan Paling Mustajab yang Menembus 7 Lapis Langit Menurut Al Habib Umar bin Hafidz