Kamis, 4 Juni 2026

Puasa Rajab Sering Diamalkan Umat Islam, Namun Bagaimana Sebenarnya Hukum Puasa di Bulan Rajab?

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Senin, 22 Desember 2025 | 17:00 WIB
Ilsutrasi berbuka puasa dengan kurma. (Freepik/rawpixel.com)
Ilsutrasi berbuka puasa dengan kurma. (Freepik/rawpixel.com)

SketsaNusantara.id - Polemik seputar puasa Rajab kembali mencuat di tengah masyarakat seiring masuknya salah satu bulan mulia dalam kalender Hijriah.

Perdebatan antara yang mengamalkan dan yang menolaknya kerap terjadi, bahkan tak jarang berujung saling menyalahkan.

Menyikapi hal tersebut, Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur menyampaikan penjelasan komprehensif melalui unggahan media sosial untuk meluruskan berbagai kesalahpahaman yang berkembang.

Baca Juga: Puasa Rajab 2025 Tanggal Berapa? Inilah Keutamaan dan Niat Puasa Rajab, Lengkap Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram resminya, @pondoklirboyo, pihak pesantren menegaskan bahwa Bulan Rajab seharusnya menjadi momentum meluruskan niat, bukan ajang perdebatan hukum yang berujung perpecahan.

Pesantren Lirboyo menegaskan bahwa tidak ada satu pun sahabat Nabi yang secara mutlak mengharamkan puasa Rajab. Justru, kesalahpahaman muncul akibat penarikan kesimpulan yang tidak utuh terhadap riwayat para sahabat.

“Para sahabat tidak ada yang mengharamkan puasa Rajab dan para ulama pun telah menjelaskannya,” tulis akun @pondoklirboyo.

Baca Juga: 13 Ucapan Selamat Memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1446 H, Cocok untuk Quotes dan Caption di Medsos

Dijelaskan pula bahwa puasa Rajab memiliki kedudukan makruh jika dianggap sebagai kewajiban atau diyakini memiliki sunnah khusus yang ditetapkan secara eksplisit oleh Nabi Muhammad SAW.

Penjelasan tersebut merujuk pada pandangan ulama klasik, salah satunya Imam At-Turtushi dalam kitab Al-Hawadits wal Bida’.

Dalam literatur tersebut, disebutkan bahwa tindakan Sayyidina Umar bin Khattab yang memukul tangan orang yang berpuasa Rajab bukanlah bentuk pengharaman, melainkan upaya mencegah kesalahpahaman umat agar tidak menganggap puasa Rajab sebagai kewajiban seperti Ramadhan.

Baca Juga: 12 Twibbon Ucapan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1446 H, Desain Lucu Kartun Islami Gambar Ka'bah dan Masjid Al Aqsa

Hal serupa juga dinisbatkan kepada Ibnu Abbas yang pernah berkata, “Jangan jadikan Rajab seperti hari raya (yang terus disambung).”

Pernyataan ini kerap disalahartikan sebagai larangan mutlak, padahal konteksnya adalah kekhawatiran terhadap praktik ibadah yang berpotensi disalahpahami oleh masyarakat awam.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X