Kamis, 4 Juni 2026

Amalan Al Fatihah 100 Kali Setiap Hari dari KH Abdul Hamid Pasuruan, Inilah Pembagian Bacaannya dalam 5 Waktu Sholat

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 4 Desember 2025 | 05:00 WIB
Amalan Al Fatihah dari Kyai Abdul Hamid Pasuruan. (Pexels/Thirdman)
Amalan Al Fatihah dari Kyai Abdul Hamid Pasuruan. (Pexels/Thirdman)

SketsaNusantara.id - Amalan membaca Al Fatihah menjadi bagian dari praktik ibadah yang dikenal luas di masyarakat.

Banyak muslim menjadikan surah ini sebagai dzikir harian karena maknanya yang mendasar dalam kehidupan spiritual.

Sejumlah ulama juga menyampaikan anjuran tertentu terkait pembacaan surah ini dalam jumlah tertentu pada waktu-waktu ibadah.

Baca Juga: Apa Benar Amalan Ya Ghani 1000 Kali Malam Jumat Membawa Kekayaan? Berikut Penjelasan Berdasarkan Ajaran Abah Guru Sekumpul

Salah satu anjuran yang dikenal berasal dari KH Abdul Hamid Pasuruan. Tokoh tersebut dikenal sebagai ulama yang memberikan banyak ajaran mengenai amalan harian.

Penyampaian tentang jumlah bacaan Al-Fatihah ini menjadi salah satu rujukan yang diikuti sebagian masyarakat. Amalan ini dibagi sesuai waktu sholat sehingga lebih mudah diterapkan dalam rutinitas ibadah.

Dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @juminah7345, KH Abdul Hamid menjelaskan jumlah bacaan pada setiap waktu sholat.

Baca Juga: Amalan 100 Kali Sehari Menurut Abah Guru Sekumpul agar Lebih Cepat Menghafal dan Memperdalam Ilmu dengan Lebih Mudah

Anjuran itu disampaikan dalam bentuk pembagian yang jelas mulai subuh sampai isya. Kalimat yang disampaikan beliau adalah, “Baca Al-fatihah 100 kali setelah sholat, subuh 30 x, dhuhur 25 x, ashar 20x. magrib 15x, dan isya 10x, akan mendapatkan berbagai keajaiban yang tidak disangka-sangka dalam hidupmu.” Kutipan ini menjadi dasar amalan sebagaimana diikuti sebagian jamaah.

Pembagian bacaan itu menunjukkan struktur amalan yang dilakukan secara bertahap. Bacaan terbanyak dilakukan setelah subuh, kemudian menurun di waktu-waktu berikutnya.

Jumlah bacaan pada dhuhur sebanyak 25 kali, disusul ashar 20 kali. Waktu magrib dianjurkan membaca 15 kali, dan isya ditutup dengan 10 kali sehingga total menjadi 100 bacaan setiap hari.

Anjuran ini kemudian dipraktikkan sebagai bagian dari rangkaian dzikir. Tujuan pembagian tersebut memudahkan jamaah agar tidak merasa berat ketika menjalankan amalan.

Pelaksanaannya juga disesuaikan dengan waktu sholat sehingga tidak mengganggu aktivitas lain. Struktur dzikir yang teratur ini menjadikan amalan tersebut dilakukan secara konsisten.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Instagram @juminah7345

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X