Kamis, 4 Juni 2026

Kajian Rutin Kitab Al-Muqtathofat Karya KH Marzuqi Mustamar: Dasar Negara Pancasila Sudah Pas

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Kamis, 13 November 2025 | 09:10 WIB
Ustadz Lutfi Salim Al-Asrori sedang menjelaskan bagian dari kitab Al-Muqtathofat karya KH Marzuqi Mustamar. (SketsaNusantara.id)
Ustadz Lutfi Salim Al-Asrori sedang menjelaskan bagian dari kitab Al-Muqtathofat karya KH Marzuqi Mustamar. (SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id — Kajian kitab Al-Muqtathofat karya KH Marzuqi Mustamar digelar Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU). Acara berlangsung di kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Diwek, Rabu 12 November 2025, malam. Acara diisi Ustadz Lutfi Salim Al-Asrori dari Lembaga Bahtsul Masail (LBM) MWCNU Diwek selaku pembaca dan penjelas kitab.

Ratusan peserta mengukuti kegiatan ini. Baik berasal dari pengurus, lembaga dan badan otonom. Termasuk Ketua MWC NU Diwek KH Hamdi Sholeh.

Dalam kajiannya, Ustadz Lutfi menekankan bahwa tujuan pendirian negara pada dasarnya memiliki kesamaan dengan tujuan syariat Islam. "Yaitu menjaga lima hal pokok atau al-maqashid al-khamsah," ujarnya. Kelima prinsip tersebut, jelasnya, mencakup perlindungan terhadap agama (hifdzuddin), akal (hifdzul aqli), jiwa (hifdzun nafs), kehormatan (hifdzul irdh) dan harta (hifdzul mal).

Baca Juga: Bacakan Al-Fatihah untuk Anak Setiap Hari, Ini Pesan Spiritual Mbah Maimoen agar Hidupnya Selalu Diberkahi

Menurutnya, negara berperan penting dalam mengatur kehidupan dan menjamin kebebasan beragama, pemikiran, keberlangsungan manusia serta menjaga martabat dan harta benda rakyat. “Semua itu merupakan kewajiban yang menjadi inti dari keberadaan suatu pemerintahan,” jelasnya.

Ustadz Lutfi menambahkan bahwa bentuk pemerintahan tidak harus tunggal, tetapi menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat. “Bisa berbentuk kerajaan, bisa juga republik seperti Indonesia,” terangnya.

Ia menegaskan bahwa dasar negara memang tidak harus identik dengan dasar agama, seperti Al-Qur’an dan hadits. "Tetapi harus mampu menjadi penjaga keberlangsungan agama," ujarnya.

Baca Juga: Amalan Malam Jumat dari Habib Muhammad bin Farid: Sholawat yang Menghadirkan Rasulullah di Alam Kubur

“Di Indonesia ini sudah pas,” tegasnya. Dia menandaskan bahwa Pancasila merupakan sistem yang mampu mengawal kehidupan beragama dengan baik.

Ia juga menjelaskan, keberlangsungan agama hanya dapat terjaga bila didukung oleh para pemegang kebijakan yang adil dan amanah, atau yang disebut iqomatul haq. Karena itu, menurutnya, mencintai tanah air adalah bagian dari kesempurnaan iman.

“Iman kita belum sempurna jika tidak disertai cinta tanah air, hubbul wathon minal iman,” ujarnya.

Baca Juga: Tak Sekedar Majelis Keagamaan, Warga di Jombang Hadiri Lailatul Ijtima sebagai Ajang Konsolidasi Organisasi

Ketua MWCNU Diwek KH Hamdi Sholeh berdoa agar seluruh jamaah mendapat limpahan rezeki dari Allah Swt. "Semoga semua yang hadir digaji langsung oleh Allah—yang pasti dan lebih besar,” ungkapnya yang diamini hadirin.

KH Hamdi kemudian berpesan tentang keikhlasan para pendidik dalam mengajar. Ia mengutip sabda Nabi bahwa guru memang tidak dijanjikan kaya, berbeda dengan kiai.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X