Kamis, 4 Juni 2026

Tak Sekedar Majelis Keagamaan, Warga di Jombang Hadiri Lailatul Ijtima sebagai Ajang Konsolidasi Organisasi

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 1 November 2025 | 12:20 WIB
Warga berkumpul dalam majelis lailatul ijtima'
Warga berkumpul dalam majelis lailatul ijtima'

SketsaNusantara.id - Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Bulurejo Kecamatan Diwek Jombang kembali menggelar kegiatan Lailatul Ijtima. Berlokasi di Mushola At-Taqorrub, acara ini dihadiri ratusan jamaah. Mereka terdiri dari para pengurus NU, tokoh masyarakat, badan otonom dan jamaah sekitar.

Kegiatan ini sebagai ajang mempererat tali silaturahmi warga NU. Di samping upaya memperkuat pemahaman ajaran Aswaja di tengah masyarakat.

Rangkaian acara dimulai selepas shalat Isya berjamaah. Dimulai dengan shalat-shalat sunah berjamaah, seperti shalat taubat, shalat tasbih dan shalat hajat.

Baca Juga: Ketua DPRD Kabupaten Pati Sampaikan Permohonan Maaf Usai Pemakzulan Bupati Sadewo Ditolak

Lalu dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan istighotsah bersama yang dipimpin oleh Ustadz Khoiruddin. Sesi ini disambung dengan dengan pembacaan shalawat Nabi. Selama acara, hadirin mengikuti kegiatan secara khidmat dan penuh keberkahan.

Ketua PRNU Desa Bulurejo, Abdur Rohman, menyampaikan pentingnya kegiatan Lailatul Ijtima’ sebagai wadah konsolidasi organisasi. "Termasuk penguatan ukhuwah islamiyah antar warga Nahdliyyin," ujarnya, Jumat 31 Oktober 2025, malam.

“Kegiatan seperti ini bukan sekadar rutinan, tetapi juga menjadi ruang dakwah dan pembelajaran agar nilai-nilai Aswaja terus hidup di tengah masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga: Konflik Memanas! Lita Gading Diberhentikan dari Perusahaan Akibat Berseteru dengan Ahmad Dhani, Nama Denny Sumargo Ikut Terseret

KH Khoirul Umam, Katib Syuriah PRNU Desa Bulurejo, menegaskan hal senada. Dia menekankan pentingnya penguatan akidah Aswaja.

Doktor UIN Sunan Ampel Surabaya ini memaparkan sifat wajib, sifat muhal dan sifat jaiz. "Kita harus meyakini, baik kepada Allah Swt maupun kepada para rasul," ujarnya.

Saat memberikan tausiyah utama, KH Akhirizein, mengutip kajian kitab Lubabul Hadis bab keutamaan dan keberkahan lafadz Basmalah. Kiai asal Jombang ini menekankan pentingnya menjaga amaliyah dan tradisi keagamaan ala NU sebagai benteng moral bangsa.

Baca Juga: Jangan Kaget jika Doa Tak Didengar, Bisa Jadi Kamu Belum Ikhlas Melakukan Hal ini

"Kita harus istiqamah menjaga tradisi baik seperti tahlil, yasinan dan istighotsah karena di sanalah letak kekuatan spiritual umat,” tuturnya. "Agar hidup kita makin berkah," imbuhnya.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa serta kemajuan umat Islam. Rangkaian kegiatan dipungkasi dengan ramah tamah antar jamaah.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X