Allah Swt berfirman dalam QS. Al-Qashash ayat 77:
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi, dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”
Ayat ini menjadi pengingat, bahwa menjaga tanah air adalah bagian dari iman. TNI sebagai garda terdepan pertahanan negara memiliki peran mulia dalam menjalankan amanah tersebut.
2. Menghargai Jasa Pahlawan dan Tentara Rakyat
Islam memuliakan mereka yang rela berkorban demi kebenaran. Para pahlawan dan tentara rakyat yang berjuang mempertahankan Indonesia mendapat kedudukan mulia.
Dalam QS. An-Nisa ayat 95, Allah Swt menegaskan:
“Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) tanpa mempunyai uzur, dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwa mereka atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik. Dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang-orang yang duduk dengan pahala yang besar.”
Ayat ini menegaskan bahwa pengorbanan tentara rakyat pada masa lalu, serta peran TNI saat ini dalam menjaga bangsa, adalah bentuk jihad yang mendapat penghargaan tinggi.
Dalam khutbah, jamaah diajak mendoakan mereka yang telah gugur sebagai syuhada bangsa.
3. Sinergi Ulama dan Tentara untuk Negeri
Sejarah membuktikan, ulama dan tentara adalah dua benteng bangsa. Ulama menjaga moral dan spiritual umat, sementara tentara menjaga keamanan dan kedaulatan negara.
Rasulullah bersabda:
“Sungguh, para ulama adalah pewaris para nabi.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi)
Hadis ini menegaskan peran ulama dalam membimbing umat. Bila ulama dan tentara bersatu, bangsa akan memiliki kekuatan ganda: spiritual dan fisik. Resolusi Jihad dan lahirnya TNI adalah bukti nyata sinergi ini.
Hingga kini, sinergi tersebut terus menjadi kunci menjaga keutuhan NKRI.
Artikel Terkait
Khutbah Jumat NU Tema Isra Miraj 2025: Pentingnya Penghambaan Total kepada Allah SWT
Khutbah Jumat Edisi Harlah NU ke-102 pada 31 Januari 2025: 'Bekerja Bersama Umat untuk Indonesia Maslahat'
Khutbah Jumat NU Ramadhan Hari ke-6: Kesempatan Emas Menuju Ampunan dan Surga
Main HP saat Khutbah Jumat Bisa Batalkan Pahala? Jangan Sepelekan, Ini Hukumnya!
Khutbah Jumat NU Ramadhan 21 Maret 2025: Cara Mencapai Keikhlasan selama Beribadah Puasa di Bulan Suci