Proses ini membuka jalan bagi refleksi batin dan ketenangan spiritual yang berdampak langsung pada kesejahteraan mental.
Dalam scoping review yang dipublikasikan di PMC (PubMed Central), disebutkan bahwa mendengarkan lantunan Al-Qur’an berdampak positif dalam mengurangi kecemasan, stres, dan depresi pada berbagai kelompok, baik pasien rumah sakit, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Efek menenangkan dari suara Al-Qur’an mampu menstimulasi rasa damai, meningkatkan hormon bahagia, dan memunculkan perasaan tenang yang dalam.
Dengan demikian, membaca dan mendengarkan Al-Qur’an bisa menjadi bagian dari praktik self-healing Islami yang aplikatif dan sederhana. Di tengah kesibukan yang padat, meluangkan waktu sejenak untuk berinteraksi dengan firman Allah dapat menjadi jalan untuk menjaga ketenangan hati dan kejernihan pikiran.
Kesehatan mental bukan hanya urusan dunia psikologi modern, tetapi juga erat kaitannya dengan aspek spiritual.
Al-Qur’an telah lebih dulu menawarkan jalan penyembuhan bukan sekadar sebagai kitab suci, tetapi juga sebagai pelipur lara dan penenang hati.
Ketika dunia terasa melelahkan, kembali kepada Al-Qur’an adalah bentuk pulang paling menenangkan. Karena dalam ayat-ayat-Nya, selalu ada harapan, kekuatan, dan kedamaian.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Menag RI Hadiri Wisuda Ribuan Siswa MI Penghapal Al Quran di Jombang: Saya Sangat Bangga
Mengapa Sholat Disebut Tiang Agama? Penjelasan Keutamaannya dalam Al Quran dan Hadis
Qari Asal Aceh Meninggal Dunia Saat Lantunkan Ayat Suci Al Quran dalam Acara Isra Miraj, Terbongkar Fakta Mengejutkan
Selain Sebut Hafal Al-Quran Bukan Prioritas, Inilah 7 Kontroversi Ade Armando yang Picu Kemarahan Umat Muslim
Kutip Penggalan Ayat Al Quran, Film Terbaru Hanung Bramantyo 'La Tahzan' Tuai Protes Keras! Gus Hilmi Firdausi: Tidak Pantas