Minggu, 19 Juli 2026

Kultum Ramadhan NU Jelang Lebaran atau Idul Fitri 1446: Selamat Tinggal Bulan Suci, Selamat Datang Pribadi yang Lebih Baik

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 29 Maret 2025 | 05:00 WIB
Ilustrasi, kultum NU bulan Ramadhan tema menyambut Idul Fitri 1446 H. (Pexels/Defrino Maasy)
Ilustrasi, kultum NU bulan Ramadhan tema menyambut Idul Fitri 1446 H. (Pexels/Defrino Maasy)

SketsaNusantara.id - Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 1446 H tinggal menghitung hari. Seluruh umat Islam di berbagai belahan dunia kini sedang menyambutnya.

Di Indonesia, momen ibadah selama bulan suci Ramadhan diharapkan bisa menciptakan inspirasi dan motivasi agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Salah satu cara atau ikhtiar mewujudkan tujuan tersebut ialah dengan menyampaikan materi kultum, misalnya bagi jamaah Nahdlatul Ulama (NU) di seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga: Teks Kultum Ramadhan 2025: Rahasia agar Ibadah Puasa Sempurna dan Diterima Allah SWT

Oleh sebab itu, SketsaNusantara.id telah merangkum poin-poin ringkasan teks kultum dari NU.or.id yang bisa dibacakan menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Berikut ini ringkasannya:

1. Ulama Nusantara berperan besar dalam menyebarkan keutamaan Ramadhan, meningkatkan antusiasme umat dalam beribadah.

2. Masyarakat sering menegur sesama dengan kalimat seperti "Kalau Ramadhan tidak boleh berbohong," menunjukkan pengaruh bulan ini dalam kehidupan sosial.

Baca Juga: Kultum Ramadhan 2025: Ada yang Tetap Kerja di Hari Raya? Inilah THR, Cuti, dan Kewajiban Perusahaan Menurut Prinsip Keadilan dalam Islam

3. Teguran semacam itu bisa menimbulkan pemahaman keliru bahwa dosa hanya dilarang di bulan Ramadhan, padahal maksiat dilarang sepanjang tahun.

4. Bukan sekadar momen tahunan, Ramadhan seharusnya menjadi awal pembentukan pribadi yang lebih baik.

5. Saat berpuasa, energi tubuh terbatas, sehingga lebih mudah mengendalikan diri dari perbuatan tercela.

Baca Juga: Kultum Ramadhan 2025: Rahasia Wali Songo yang Jarang Diketahui, Ada Beragam Kisah Dakwah Unik Mengubah Nusantara

6. Menurut Imam Al-Ghazali, puasa yang hanya menahan lapar tanpa mengontrol hawa nafsu tidak memiliki manfaat spiritual.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: nu.or.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X