Seperti yang disampaikan Buya Yahya, bahwa tanggal 1 Syawal diharamkan untuk berpuasa, termasuk puasa sunnah.
"Anda memulai tanggal 2, 3, 4, dan seterusnya," ujarnya.
Muncul pertanyaan yang mungkin menjadi soal dari sejumlah masyarakat muslim lainnya tentang puasa Syawal.
Puasa Syawal baiknya dilakukan 6 hari berturut-turut atau terpisah? Begini penjelasan Buya.
"Tidak harus langsung (berurutan), yang penting kita ambil 6 hari di bulan Syawal," ungkapnya.
Jika tidak bisa menjalankan puasa Syawal secara berututan di awal bulan atau usai Idul Fitri, tidak dipermasalahkan.
"Memang keutamaan agar kita seiring dengan sabda Nabi, memang yang bagus bisa mengikuti beriringan langsung (6 hari) setelah tanggal 1," ungkap Buya Yahya.
Tetapi, tidak dipermasalhkan untuk hal ini sebab nilainya adalah sunnah dan bisa dilakukan di hari terpisah asalkan masih dalam bulan Syawal.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Main HP saat Khutbah Jumat Bisa Batalkan Pahala? Jangan Sepelekan, Ini Hukumnya!
Kapan Bayar Zakat Fitrah 2025? 4 Pembagian Waktu untuk Membayar Zakat, Ternyata yang Paling Utama saat...
Amalan Doa Kyai Achmad Chalwani Dibaca 3 Kali Setelah Sholat, Manfaatnya Sangat Dahsyat untuk Setiap Orang
Khutbah Jumat NU Ramadhan 21 Maret 2025: Cara Mencapai Keikhlasan selama Beribadah Puasa di Bulan Suci
Apa Itu I’tikaf Selama Ramadhan? Pengertian, Hukum, dan Cara Melakukannya di Masjid
Berapa Lama Waktu I’tikaf Selama Ramadhan? Ini Ketentuan Durasi, Bolehkah 24 Jam alias Seharian Penuh?
Kapan Malam Lailatul Qadar 2025? Melihat Tanda Alam hingga Ciri-Ciri Orang yang Mendapatkannya, Habib Novel Alaydrus: Tiba-Tiba Hatinya...
Mau Bayar Zakat Fitrah 2025 Pakai Uang? Begini Cara Hitungnya! Buya Yahya: Jadi Ukurannya Adalah...
Persiapan Lebaran 2025! Inilah Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Keluarga hingga Orang yang Diwakilkan Lafadz Arab Lengkap Artinya
Bolehkah Zakat Fitrah Dibagikan Langsung ke Fakir Miskin tanpa Melalui Amil? Ustadz Abdul Somad Ungkap Cara Pembagian Zaman Nabi