Minggu, 19 Juli 2026

Muslim Iseng Ikut Lakukan Tradisi Prank April Mop untuk Lucu-Lucuan, Bagaimana Hukumnya Menurut Syariat Islam? Begini Dalilnya...

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 1 April 2025 | 14:30 WIB
Ilustrasi - ikut iseng prank teman saat april mop dalam pandangan islam (Pexels/rawpixel)
Ilustrasi - ikut iseng prank teman saat april mop dalam pandangan islam (Pexels/rawpixel)

SketsaNusantara.id - April Mop, atau dikenal sebagai April Fools' Day dalam bahasa Inggris, diperingati pada tanggal 1 April tiap tahunnya.

Pada hari ini, orang-orang di berbagai belahan dunia seringkali iseng melakukan prank, atau tipuan untuk seru-seruan dengan teman, keluarga, atau rekan kerja dengan tujuan bersenang-senang.

Tradisi perayaan April Mop bermula pada tahun 1582, ketika orang-orang pada masa itu belum mengetahui peralihan tahun yang telah dipindahkan ke tanggal 1 Januari, sehingga masih ada yang melakukan perayaan tahun baru sepanjang akhir Maret hingga 1 April.

Baca Juga: Hukum Bayar Zakat Fitrah Online dengan Transfer atau QRIS, Apakah Sah? Habib Ja’far: Boleh tapi Harus...

Peristiwa inilah yang kemudian memunculkan ide dan menjadikannya sebagai bahan lelucon yang sampai saat ini disebut sebagai "April Fools Day".

Pada perayaannya, April Fools Day identik dengan melontarkan lelucon atau bikin prank dan ketika dirasa berhasil melakukannya, mereka akan mengatakan "April Mop!".

Tradisi ini tak hanya dilakukan di Eropa atau negara-negara barat, namun juga populer di Indonesia dan kerap dijadikan konten prank untuk seru-seruan di media sosial.

Baca Juga: Baca 80 Kali! Sholawat Khusus di Hari Jumat, Ada 3 Keutamaan yang Sangat Mengejutkan

Lantas, bagaimana hukumnya ikut iseng bikin prank saat April Mop dengan tujuan bercanda atau seru-seruan bareng keluarga dan sahabat?

Mengutip dari situs About Islam, secara umum Islam mengajarkan soal kejujuran sebagai nilai yang sangat dijunjung tinggi. Sifat jujur juga selalu dicontohkan Rasulullah SAW sebagai sosok Al Amin atau yang dapat dipercaya.

Berbohong atau menipu, meskipun dalam konteks bercanda pun sebetulnya tidak dianjurkan, seperti dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda:

"Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta untuk membuat orang-orang tertawa karenanya. Celakalah dia, celakalah dia." (HR. Abu Dawud - Hadits Hasan)

Baca Juga: Viral, Sekumpulan Perempuan Makassar Gunakan Mukena Sebagai Outfit ke Pasar, Begini Hukumnya dalam Islam

Berdasarkan hadits ini, jelas bahwa membuat lelucon yang didasarkan pada kebohongan tidak dibenarkan dalam Islam.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: nu.or.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X